Pentingnya Penggunaan Car Seat untuk Anak saat Mudik Lebaran
Pastikan perjalanan mudik tetap aman, ya, Ma


Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Lebaran menjadi ajang kumpul-kumpul dengan keluarga. Tidak sedikit dari kita yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Mudik bisa dilakukan dengan beragam moda transportasi, salah satunya adalah dengan mobil.
Nah, bila orangtua berencana untuk mudik dengan menggunakan mobil, orangtua harus memastikan keamanan dalam perjalanan, ya. Terutama jika bayi turut serta dalam perjalanan.
Salah satu yang harus diperhatikan adalah penggunaan car seat. Mengapa bayi perlu menggunakan car seat?
Pada ulasan berikut ini, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang pentingnya penggunaan car seat untuk anak saat mudik Lebaran. Ayo disimak, Ma!
Pentingnya Penggunaan Car Seat untuk Anak saat Mudik Lebaran
Saat mudik Lebaran, Mama akan menemukan banyak mobil yang melakukan perjalanan jarak jauh. Mobil-mobil tersebut pun tidak jarang melaju dengan kecepatan tinggi. Atau ada pengemudi yang mengantuk yang mungkin bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Risiko-risiko berkendara membuat orangtua perlu menempatkan bayi di car seat ketika melakukan perjalanan mudik Lebaran. Mengutip dari laman Spinal Cord, ada pengurangan risiko cedera serius sebesar 67% saat orangtua menempatkan anak-anak mereka di car seat yang pas.
Tubuh bayi dan balita tidak sekuat tubuh orang dewasa. Sebagian besar kerangka bayi terbuat dari tulang rawan lunak yang pada akhirnya akan berubah menjadi tulang. Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap cedera saat terjadi kecelakaan, terutama karena organ-organnya tidak terlindungi dengan baik seperti orang dewasa.
Beberapa faktor lain yang membuat kecelakaan mobil sangat berbahaya bagi anak-anak meliputi:
- Otak dan sumsum tulang belakang yang sedang berkembang; kerusakan otak dan sumsum tulang belakang lebih berbahaya pada anak-anak, yang otak dan tubuhnya masih berkembang.
- Ukuran tubuh anak-anak yang lebih kecil, sehingga benturan yang relatif ringan pada mobil dapat membuat mereka terpental.
- Kontrol diri bayi dan balita yang lebih rendah; orang dewasa tahu untuk duduk diam di kursinya. Namun, bayi mungkin akan menggeliat di kursi mobil atau kursi pendorongnya jika ia tidak diamankan dengan benar, sehingga membuatnya lebih rentan jika mengalami kecelakaan.
Risiko kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran pun meningkat seiring dengan meningkatkan volume kendaraan, Ma. Karena itu, orangtua harus menempatkan bayi di car seat saat melakukan perjalanan mudik, ya.
Hal yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Car Seat
Banyak orangtua menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk meneliti car seat bayi mereka yang baru, hanya untuk memasangnya dan kemudian melupakannya selama berbulan-bulan—atau bahkan bertahun-tahun. Meskipun car seat yang bagus sangat penting untuk melindungi bayi jika terjadi kecelakaan, itu saja tidak cukup.
Hindari beberapa hal berikut ini:
- Car seat yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk bayi, sehingga kurang aman.
- Car seat yang posisinya tidak tepat; bahkan kursi mobil yang aman dan berkualitas hanya akan memberikan perlindungan terbatas untuk bayi baru lahir di kursi depan mobil atau yang menghadap ke depan.
- Alas car seat yang tidak rata dengan kursi dan tidak terpasang dengan aman.
- Kursi mobil yang tidak terpasang sepenuhnya dan aman pada alasnya.
- Gesper car seat yang tidak terpasang sepenuhnya, atau terlalu longgar untuk memberikan perlindungan yang sebenarnya.
Bagaimana Penggunaan Car Seat yang Tepat?
Orangtua bisa melakukan kesalahan saat menggunakan car seat karena mereka tidak ingin menyakiti anak-anak mereka. Dalam kebanyakan kasus, mereka tidak memahami seberapa berat risiko yang mereka hadapi. Namun, kecelakaan mobil adalah hal yang umum, dan hampir semua orang akan mengalaminya di suatu waktu.
Bagi anak-anak, kecelakaan bahkan lebih berbahaya, karena hanya dibutuhkan sedikit tenaga untuk membuat anak terlempar ke depan melalui kaca depan.
Beberapa orangtua tidak mau bertengkar dengan bayi dan balita yang lebih tua tentang car seat. Karena itu, orangtua mungkin berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa car seat yang tidak pas lebih baik daripada tidak menggunakan car seat sama sekali. Namun, dalam beberapa kasus, car seat yang tidak pas sebenarnya lebih berbahaya, karena bayi dan balita dapat terperangkap di tali pengikat atau tercekik saat terjatuh.
Selalu ikat si Kecil dengan sabuk pengaman. Ini bukan hanya hukum, tetapi juga hal terpenting yang dapat orangtua lakukan untuk menjaga anak tetap aman.
Untuk melindungi bayi dari kematian, cedera serius, dan trauma setelah kecelakaan mobil, ikuti kiat-kiat sederhana berikut:
- Biarkan bayi dan balita duduk di car seat yang menghadap ke belakang hingga ia berusia minimal 24 bulan, atau hingga berat badannya melebihi berat yang direkomendasikan oleh produsen kursi. Membiarkan si Kecil duduk menghadap ke belakang hingga usia 3 tahun menawarkan manfaat keselamatan yang lebih banyak, jadi jangan terburu-buru untuk mengubah si Kecil ke kursi yang menghadap ke depan terlalu cepat.
- Anak-anak harus tetap duduk di car seat dengan sabuk pengaman hingga usia 7 tahun.
- Anak-anak berusia 8-12 tahun kemungkinan besar memerlukan kursi pendorong agar tetap aman.
- Anak-anak tidak boleh duduk di kursi depan hingga berat badannya lebih dari 40 kg.
- Anak-anak tidak boleh duduk di kursi yang memiliki kantung udara hingga berat badannya lebih dari 40 kg, jadi tanyakan kepada mekanik tentang cara menonaktifkan kantung udara belakang yang ada di mobil.
- Letakkan car seat di jok belakang mobil. Secara statistik, jok tengah adalah lokasi yang paling aman, tetapi jok samping dapat digunakan jika Mama memiliki beberapa car seat atau jok tengah tidak memiliki gesper yang sesuai.
- Alas car seat harus terpasang dengan benar dan rata dengan jok. Jika bergoyang atau bergerak, berarti pemasangannya tidak benar.
- Tali pengikat harus pas dengan tubuh si Kecil, dengan gesper menempel pas di dada bayi—bukan di perut atau dagunya. Jika Mama dapat menjepit tali pengikat, berarti talinya terlalu longgar.
- Jika jok memiliki dua gesper, keduanya harus selalu diikat.
- Bayi dan balita tidak boleh diizinkan untuk menggeser tali bahu di bawah lengannya atau membuka sebagian kursi mobil.
- Ingat bahwa car seat akan kedaluwarsa 6 tahun sejak tanggal pembuatannya, jadi kursi mobil bekas mungkin aman, tetapi kursi mobil dari tiga anak yang lalu kemungkinan tidak aman. Periksa label pada kursi mobil untuk mengetahui tanggal kedaluwarsa. Jika tidak ada label seperti itu, jangan gunakan kursi mobil tersebut.
Sekarang Mama sudah mengetahui tentang pentingnya penggunaan car seat untuk anak saat mudik Lebaran. Selamat mudik dan tetap utamakan keselamatan, ya, Ma!
Baca juga:
- 10 Tips agar Bayi Anteng Duduk di Car Seat saat Mudik
- Berapa Lama Waktu Maksimal Bayi Berada di Car Seat?
- 10 Rekomendasi Car Seat untuk Keamanan Bayi saat Mudik Lebaran