Mengenal Apa itu Atresia Bilier, Penyakit Langka Saluran Empedu
Atresia bilier adalah salah satu penyakit langka pada saluran empedu yang hanya menyerang bayi
22 Oktober 2022
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Pernahkah Mama mendengar penyakit atresia bilier? Atresia bilier adalah penyakit langka pada saluran empedu dan diketahui hanya menyerang pada bayi.
Sebagai informasi, saluran empedu sendiri merupakan jalur di dalam tubuh yang membawa cairan pencernaan yang disebut empedu dari hati ke usus kecil.
Kemudian, cairan empedu nantinya akan memecah lemak dan menyerap vitamin yang menyaring limbah dari tubuh si Kecil. Akibatnya, saluran ini pun menjadi bengkak dan tersumbat.
Empedu terperangkap di hati dan mulai menghancurkan sel. Seiring berjalannya waktu, hati anak pun bisa mengalami luka atau disebut sirosis yang akhirnya tidak bisa menyaring limbah atau racun dalam tubuh sebagaimana mestinya.
Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu penyakit atresia bilier yang terjadi pada anak, berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber informasi selengkapnya.
Editors' Pick
1. Penyebab atresia bilier
Sebagai salah satu penyakit langka yang menyerang anak, penyakit ini diketahui bukanlah penyakit menular atau penyakit yang menurun.
Namun, sampai saat ini penyebab pasti dari penyakit atresia bilier masih belum diketahui. Meski demikian, inilah beberapa kemungkinan yang dikaitkan terjadinya penyakit tersebut:
- Perubahan genetik
- Paparan pada zat beracun saat dalam kandungan
- Gangguan perkembangan hati dan saluran empedu saat di dalam kandungan
- Infeksi virus atau bakteri
- Gangguan sistem imun
Beberapa bayi yang mengalami atresia bilier ditemukan sudah mengidap penyakit langka ini sejak dalam rahim, tetapi paling sering ditemukan gejalanya ketika usia si Kecil memasuki 2 hingga 4 minggu setelah dilahirkan.
2. Gejala atresia bilier
Di bentuk perinatal atau waktu di sekitar kelahiran atau proses kelahiran, biasanya gejala yang ditimbulkan baru terdeteksi saat anak dilahirkan atau sebelum usianya 2 minggu.
Namun, pada bentuk postnatal atau setelah dilahirkan, gejalanya baru akan timbul di usia 2 sampai 8 minggu. Berikut beberapa gejala dari atresia bilier yang mungkin dialami oleh si Kecil:
- Perubahan warna gelap pada urin
Kondisi ini disebabkan adanya penumpukan pada bilirubin (produk pemecahan dari hemoglobin) dalam darah. Bilirubin kemudian akan disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui air kencing atau urin.
- Tinja berwarna putih atau tanah liat
Pewarna empedu atau bilirubin yang dikosongkan ke dalam usus kemudian membuat empedu tidak memberi warna pada fases yang dikeluarkan.
- Penyakit kuning
Bayi yang mengalami penyakit kuning terjadi karena meningkatnya bilirubin (pigmen empedu) yang sangat tinggi dalam aliran darah. Biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir karena hati yang belum matang. Awalnya anak dengan penyakit atresia bilier akan tampak normal ketika dilahirkan, namun nantinya bisa mengalami perubahan warna dalam kurun waktu dua sampai tiga minggu setelah lahir.
- Alami turunnya berat badan
Ketika tingkat penyakit kuning meningkat, serta si Kecil mulai menjadi lebih rewel dari baisanya, kondisi ini akan memberikan kondisi pada berat badannya atau bayi bisa mengalami penurunan berat badan.