7 Cara Mengidentifikasi Penyakit Kuning pada Bayi, Mama Harus Tahu!

Penting bagi Mama untuk mengetahui cara mengidentifikasi penyakit kuning pada bayi

9 Maret 2024

7 Cara Mengidentifikasi Penyakit Kuning Bayi, Mama Harus Tahu
freepik/javi_indy

Bayi yang baru lahir rentan terjangkit berbagai jenis penyakit, salah satunya penyakit kuning. Selain karena sistem imunnya dalam tubuhnya yang belum kuat, faktor lain seperti adaptasi dan kondisi organ yang belum bekerja maksimal juga menjadi penyebab bayi rentan sakit.

Penyakit kuning dapat menyerang bayi baru lahir akibat organ hatinya belum berkembang dengan baik sehingga proses zat kuning atau bilirubin dalam darahnya yang menuju hati terhambat.

Penyakit yang menyebabkan area mata dan kulit menguning ini dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan cepat, yakni kerusakan pada otak dan komplikasi kesehatan. 

Untuk meminimalisir kemungkinan penyakit kuning pada si Kecil, Mama dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan dan penanganannya apabila terdapat indikasi penyakit kuning.

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum cara mengindentifikasi penyakit kuning pada bayi yang dapat Mama pahami dan pelajari. Simak caranya, Ma!

1. Memeriksa warna kulit bayi

1. Memeriksa warna kulit bayi
Freepik/Valuavitaly

Bayi yang mengalami penyakit kuning biasanya warna kulitnya akan berubah menguning bahkan hingga berwarna oranye.

Untuk mengetahui gejalanya, Mama dapat perIksa warna kulitnya apakah berubah atau tetap normal. Jika berubah, Mama dapat bawa si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

2. Mengecek warna matanya

2. Mengecek warna matanya
Freepik/Valuavitaly

Selain warna kulit, perubahan pada warna mata tepatnya area putih mata menjadi kuning merupakan salah satu ciri-ciri bayi mengidap penyakit kuning.

Jika terdapat perubahan warna pada area tersebut, tandanya si Kecil perlu penanganan agar penyakitnya tidak semakin parah. Mama dapat mengecek warna mata si Kecil saat sedang menyusui.

3. Memeriksa warna urine dan feses si Kecil

3. Memeriksa warna urine feses si Kecil
Freepik/drobotdean

Cara mengidentifikasi penyakit kuning pada bayi selanjutnya adalah dengan melihat warna urine si Kecil. Jika tidak ada atau belum ada tanda kulit dan matanya berubah menguning namun urine nya berwarna gelap, bisa jadi si Kecil mengalami penyakit kuning. Mama dapat tunggu beberapa saat apakah ada gejala lain atau tidak.

Biasanya warna kotoran atau fesesnya juga terlihat lebih terang atau pucat apabila si Kecil mengidap penyakit kuning.

4. Melakukan tes darah

4. Melakukan tes darah
Pexels/Karolina Grabowska

Tes darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui penyakit ini, Ma. Tes darah bertujuan untuk mengukur kadar bilirubin yang ada di dalam darahnya.

Selain itu, tes darah berfungsi untuk memeriksa fungsi hatinya apakah bekerja atau tidak. Tes ini juga dapat membantu mengetahui penyakit seperti autoimun atau infeksi lainnya yang berpengaruh dengan penyakit kuning yang dialami si Kecil.

Editors' Pick

5. Bayi lemas dan sering tidur

5. Bayi lemas sering tidur
Freepik/user18526052

Bayi yang mengidap penyakit kuning biasanya selalu mengantuk dan mudah tertidur. Hal ini disebabkan oleh kadar bilirubin pada darahnya memengaruhi kerja organ tubuh, termasuk saraf otaknya, Ma.

Perhatikan tanda-tanda lain apabila si Kecil sering lemas dan mudah tertidur, Ma. Jika terdapat tanda-tanda lain yang mengarah adanya indikasi penyakit kuning, Mama dapat segera bawa si Kecil ke dokter.

6. Pemindaian tubuh

6. Pemindaian tubuh
Freepik/Stockdevil

Setelah si Kecil dibawa ke rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan penawaran pemindaian untuk mengetahui detail dan identifikasi lebih lanjut.

Pemindaian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tubuh si Kecil dan mengetahui kondisi organ hati, kantong empedu, dan saluran empedunya. Pemindaian yang dapat dilakukan biasanya USG, CT scan, MRI, koleskintigrafi, dan ECRP.

7. Biopsi hati

7. Biopsi hati
Freepik

Cara mengidentifikasi lainnya adalah dengan biopsi hati. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan mengambil sampel pada jaringan hati, kemudian diperiksa lewat mikroskop. Tujuannya untuk mengetahui kondisi hatinya secara lebih mendalam dan biasanya dilakukan.

Pengobatan Penyakit Kuning pada Bayi

Pengobatan Penyakit Kuning Bayi
freepik/krakenimages.com

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan apabila si Kecil mengidap penyakit kuning. Untuk memastikan dan mengobati kondisi si Kecil, biasanya cara-cara berikut dilakukan untuk mengobati pasien penyakit kuning.

Berikut beberapa cara pengobatan yang biasa dilakukan:

1. Melakukan fototerapi

1. Melakukan fototerapi
Pinterest/CHI Health

Perlu diingat bahwa penyakit ini memiliki efek berkepanjangan apabila tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu Mama harus memberikan si Kecil perawatan yang cepat dan tepat agar dapat mencegah risiko penyakit ini bahkan saat sudah sembuh.

Fototerapi merupakan pengobatan melalui paparan jenis cahaya biru khusus yang membantu menurunkan kadar bilirubin melalui proses foto oksidasi.

2. Melakukan pengobatan transfusi tukar

2. Melakukan pengobatan transfusi tukar
Pexels/Charlie-Helen Robinson

Jika kadar bilirubin dalam darah jumlahnya berlebih, respons yang diberikan biasanya kurang bagus saat melakukan fototerapi. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit kuning ini adalah melakukan transfusi tukar.

Transfusi tukar atau terapi pertukaran plasma darah dapat membantu dalam mengurangi dan menghentikan gejala penyakit kuning.

3. Melakukan terapi intravenous immunoglobulin (IVIg)

3. Melakukan terapi intravenous immunoglobulin (IVIg)
Pinterest/Mama Natural

Jika si Kecil mengalami penyakit kuning akibat perbedaan golongan darah dengan Mama, dokter biasanya akan memberikan protein darah lewat infus.

Protein darah akan membantu menghentikan pemecahan sel darah merah akibat reaksi imunologi antara dua golongan darah yang berbeda. Sehingga jumlah bilirubin dalam tubuhnya kembali normal dan antibodi yang merusak sel darah merahnya berkurang.

Nah, itu dia berbagai cara mengidentifikasi penyakit kuning pada bayi. Semoga informasi di atas membantu, Ma!

Baca juga:

The Latest