Sebagai orangtua, Mama tentu berharap bayi tumbuh dengan baik dan normal. Karena itu, Mama pun memperhatikan tumbuh kembang bayi. Misalnya dengan mengukur tinggi dan berat badan. Namun ternyata tidak hanya itu, Ma. Pemantauan tumbuh kembang bayi juga bisa dilakukan dengan mengamati perkembangan anggota tubuhnya. Misalnya bagi bayi laki-laki, Mama bisa memperhatikan bentuk kelaminnya.
Jarang disadari, memperhatikan apakah bentuk kelamin bayi laki-laki normal atau tidak itu ternyata penting, Ma. Hal ini penting demi memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi sesuai usianya.
Tapi bagaimana bentuk kelamin bayi laki-laki yang tidak normal itu? Nah, pada ulasan berikut ini, Popmama.com telah merangkum informasinya khusus untuk Mama. Semoga bisa membantu Mama dalam memantau perkembangan si Kecil, ya.
Bentuk Kelamin Bayi Laki-Laki yang Tidak Normal
Freepik/yanalya
Bayi laki-laki bisa mengalami kondisi kulup dan penis yang dikatakan tidak normal saat lahir.
Berita baiknya, kondisi tersebut bisa membaik seiring berjalannya waktu. Kendati demikian, ada juga yang mengharuskan untuk melakukan perawatan khusus.
Lalu apa saja kondisi yang disebut tidak normal? Yuk, simak penjelasannya, Ma.
1. Mikropenis atau penis kecil
Freepik/pvproductions
Mikropenis adalah kondisi ketika penis si Kecil lebih kecil dari ukuran seharusnya. Kondisi ini terjadi ketika ukuran penis bayi kurang dari 0,75 inci atau sekitar 1,9 cm. Diagnosis mikropenis diberikan ketika panjangnya kurang dari 2,5 standar deviasi di bawah usia rata-rata, Ma.
Menurut dr. Intan Leonita, SpA, mikropenis ini bisa terjadi begitu saja. Tapi, kondisi ini juga dikaitkan dengan kelainan hormon yang memengaruhi pertumbuhan organ intim.
Secara keseluruhan, hal ini bisa dikaitkan dengan masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus. Oleh karenanya, terapi hormon kerap menjadi alternatif pengobatan. Ada kalanya tindakan pembedahan juga mungkin diperlukan, Ma.
Diskusikan dengan dokter bila Mama menemukan kondisi ini pada kelamin bayi laki-laki.
2. Kulup ketat atau fimosis
Freepik/pvproductions
Pada dasarnya, kondisi fimosis normal dijumpai pada 96 persen bayi laki-laki yang baru lahir, melansir dari WA Paediatric Surgery and Urology. Namun, kondisi ini bisa membaik seiring dengan bertambahnya usia bayi.
Meski umum, kondisi ini juga perlu diwaspadai ketika kekencangan pada fimosis tidak mengalami perubahan seiring bertambahnya usia anak.
Fimosis atau kulup ketat merupakan istilah yang menggambarkan kondisi ketika kulup bayi tidak dapat ditarik hingga memperlihatkan kepala penis. Apabila disertai rasa nyeri, bengkak, keluar cairan, hingga kesulitan buang air kecil, bayi harus segera mendapat perawatan.
Menurut dr. Intan, pemberian steroid topikal direkomendasikan untuk digunakan sedini mungkin guna mengobati kondisi tersebut.
Editors' Pick
3. Hipospadia
freepik/pvproductions
Hipospadia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan spektrum varian atau kondisi tidak wajar dalam perkembangan penis. Kondisi ini memengaruhi tempat terbukanya saluran urine atau uretra pada penis, Ma. Bisa dengan uretra yang terbuka di bagian bawah batang penis, skrotum, bahkan dasar skrotum.
Kasus yang terjadi bisa berbeda pada masing-masing bayi. Oleh karena itu, bayi yang mengalami kondisi ini perlu mendapat perawatan segera. Bedah rekonstruksi mungkin direkomendasikan guna mengatasi masalah kesehatan ini sehingga tidak menimbulkan gangguan pada masa mendatang.
4. Hidrokel
freepik/user18526052
Penyebab lain bentuk kelamin bayi laki-laki tidak normal yang juga perlu diwaspadai adalah hidrokel.
Kondisi ini ditandai dengan adanya cairan dalam kantung skrotum yang mengelilingi testis, Ma. Bayi yang mengalami hidrokel mungkin tidak merasakan sakit, tetapi muncul pembengkakan pada area tersebut.
Hidrokel pada bayi laki-laki bisa membaik dengan sendirinya, Ma. Tapi bila pembengkakan skrotum tidak membaik, tindakan pembedahan diperlukan.
Jadi, Mama perlu melakukan pemantauan dan berkonsultasi dengan dokter, ya.
5. Unsentenced testis atau testis terlambat turun
Freepik/zurijeta
Bentuk kelamin bayi laki-laki tidak normal berikutnya adalah testis yang tidak turun. Kondisi ini ditandai dengan salah satu atau kedua testis tampak hilang atau tidak dapat dirasakan di dalam kantong skrotum. Bayi baru lahir bisa saja mengalaminya. Tapi testis umumnya akan turun dengan sendirinya pada 6 bulan pertama.
Jika hal tersebut tidak terjadi, proses pembedahan orkiopeksi perlu dilakukan untuk merekonstruksi ulang testis ke dalam skrotum. Tindakan ini dapat mengurangi risiko kanker atau kemandulan pada masa mendatang, Ma.
6. Hermaphrodit
Freepik/yanalya
Hermaphrodit merupakan perkembangan jenis kelamin yang tidak lazim pada bayi. Kondisi ini ditandai dengan skrotum yang tidak membentuk buah zakar atau menyerupai bentuk vagina.
Hermaphrodit juga bisa ditandai dengan penis kecil serupa klitoris sehingga menimbulkan bingung kelamin atau ambiguous genitalia.
Kebanyakan masalah kesehatan ini tidak menimbulkan ancaman khusus pada bayi. Namun intervensi medis jelas dibutuhkan.
Dokter akan merekomendasikan tindakan bedah dan sejumlah perawatan guna mencegah timbulnya dampak negatif dari kondisi bawaan lahir ini.
Bentuk Kelamin Bayi Laki-Laki yang Normal
Freepik/kddesignphoto
Setelah memahami bentuk kelamin bayi laki-laki yang tidak normal, Mama juga perlu mengetahui bentuk kelamin bayi laki-laki yang normal.
Panjang normal penis bayi baru lahir sekitar 1,1—1,6 inci atau sekitar 2,7—4 cm. Sementara itu, lingkarnya berkisar antara 0,35—0,5 inci atau 0,35—1,2 cm. Akan tetapi, ukuran tersebut bisa sangat bervariasi tergantung pada hormon dan genetik.
Bagaimana cara mengukur penis bayi baru lahir? Pengukuran penis bayi dilakukan dengan meregangkan penis. Lakukan dengan hati-hati ya, Ma. Setelah itu, ukur dari bagian ujung hingga pangkal.
Selain dari ukuran, Mama juga bisa mendeteksi bentuk kelamin bayi laki-laki yang normal dengan memastikan tidak ada tanda-tanda tidak normal seperti yang disebutkan di atas.
Sekarang Mama sudah mengetahui tentang bagaimana bentuk kelamin bayi laki-laki yang tidak normal. Memahami bentuk kelamin bayi laki-laki yang tidak normal sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut ketika anak beranjak dewasa.
Konsultasikan dengan dokter bila Mama menemukan beberapa kondisi yang tidak biasa pada kelamin bayi laki-laki.