Penyebab Warna Urine Bayi Berubah, Mama Harus Waspada!
Mama perlu waspada apabila warna urine bayi berubah, terutama apabila disertai dengan gejala
20 Juli 2023
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Perubahan warna urine pada bayi dapat menjadi tanda-tanda penting untuk diwaspadai oleh para orangtua. Sebagai indikator kesehatan, warna urine dapat memberikan petunjuk tentang kondisi bayi dan adanya perubahan yang tidak biasa mungkin memerlukan perhatian medis.
Dalam hal ini, memahami adanya berbagai perubahan warna urine sangat penting bagi Mama agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan si Kecil. Perubahan warna urine dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
dr. ST Rahmah Rahim, Sp.A, M.Kes, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Permata Bekasi, mengatakan pemberian suplemen zat besi juga bisa memengaruhi warna urine bayi. Mama perlu perhatikan apakah warna urine hanya terjadi ketika diberikan suplemen zat besi dan berlangsung sama sepanjang hari, atau disertai gejala lain misal bayi mengedan setiap buang air.
Umumnya, bayi yang mengonsumsi zat besi dalam jumlah lebih tinggi dari yang dibutuhkan tubuhnya akan menyebabkan warna urine menjadi warna merah atau oranye tua yang intens. Kondisi tersebut dikenal sebagai hematuria pasca-zat besi atau seudohematuria.
Selain zat besi, ada beberapa faktor yang menyebabkan warna urine bayi berubah yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini.
Editors' Pick
1. Makanan
Makanan yang dikonsumsi oleh bayi dapat memengaruhi perubahan warna urine yang perlu diperhatikan Mama. Beberapa makanan tertentu mengandung pigmen alami yang dapat memberikan efek pada warna urine bayi.
Misalnya, saat si Kecil mengonsumsi wortel atau ubi jalar dapat menghasilkan urine yang berwarna oranye atau kemerahan. Hal tersebut dikarenakan kandungan pigmen betasianin yang ada pada makanan tersebut.
Selain itu, makanan yang mengandung pewarna buatan juga dapat memberikan perubahan warna urine mencolok. Pewarna buatan yang biasa ditemukan dalam makanan seperti permen atau minuman ringan juga bisa memberikan efek pada warna urine bayi seperti merah, biru, atau hijau.
Perubahan warna urine akibat makanan ini biasanya bersifat sementara dan tidak menjadi masalah serius. Namun, apabila perubahan warna urine berlangsung lebih lama dari yang diharapkan atau disertai dengan gejala lain seperti demam atau ketidaknyamanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Biar Mama tetap waspada terhadap perubahan warna urine yang disebabkan oleh makanan, jangan lupa untuk selalu memperhatikan jenis makanan yang diberikan kepada si Kecil, memantau pola makan, hingga mencatat makanan apa yang dikonsumsi sebelum terjadi perubahan warna urine. Hal ini dilakukan agar dapat membantu mengidentifikasi hubungan antara makanan dengan perubahan warna urine.
2. Obat-obatan
Faktor berikutnya adalah obat-obatan yang sedang dikonsumsi oleh bayi dapat memengaruhi perubahan warna urine dan perlu diperhatikan oleh Mama. Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat mmebuat warna urine berubah,
Contohnya beberapa antibiotik seperti nitrofurantoin atau rifampisin yang dapat memberikan efek warna oranye atau merah pada urine. Selain itu, obat-obatan mengandung metilena biru atau fenazopiridin yang sering digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, juga dapat memberikan warna biru atau hijau pada urine bayi.
Mama juga wajib untuk memahami efek samping yang mungkin terjadi akibat obat-obatan yang diberikan kepada bayi mereka. Mulai dari membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan obat dengan teliti serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker agar dapat membantu mengidentifikasi potensi perubahan warna urine terkait dengan penggunaan obat.
Apabila perubahan warna urine terjadi setelah bayi mulai mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapat penjelasan lebih lanjut dan memastikan keamanan serta efektivitas pengobatan. Dokter akan memberikan informasi lebih spesifik tentang efek samping obat yang mungkin mempengaruhi warna urine bayi.