Mudik sering kali menjadi momen yang melelahkan, bukan hanya bagi orang dewasa, tetapi juga bagi bayi. Perjalanan panjang, perubahan suhu, hingga suasana yang berbeda bisa membuat si Kecil rewel dan tidak nyaman.
Salah satu cara yang sering dilakukan orangtua untuk membantu bayi lebih rileks adalah dengan pijatan. Namun, apakah bayi boleh langsung dipijat setelah mudik?
Kini Popmama.com sudah merangkum bolehkah bayi dipijat setelah kelelahan mudik. Simak penjelasannya berikut ini!
Bolehkah Bayi Dipijat setelah Mudik?
Freepik/senivpetro
Jawabannya, boleh! Pijat bayi memiliki banyak manfaat, terutama untuk membantu meredakan ketegangan otot setelah perjalanan panjang.
Selain itu, pijatan yang lembut juga dapat membuat bayi merasa lebih tenang, membantu melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan kualitas tidurnya.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai memijat bayi, seperti memastikan bayi dalam kondisi sehat dan nyaman.
Tips Aman untuk Memijat Bayi:
1. Tunggu beberapa saat sebelum memijat bayi
Freepik
Meskipun pijat bisa memberikan banyak manfaat, sebaiknya Mama tidak langsung memijat bayi setelah tiba di rumah.
Perjalanan mudik bisa membuat bayi merasa lelah dan butuh waktu untuk beradaptasi kembali dengan lingkungan rumah.
Jika bayi masih rewel atau tampak gelisah, biarkan ia beristirahat terlebih dahulu. Tunggu hingga ia merasa lebih tenang sebelum mulai dipijat agar pijatan memberikan efek relaksasi yang optimal.
Editors' Pick
2. Gunakan minyak pijat yang aman untuk bayi
Freepik
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pijatan, Mama bisa menggunakan minyak pijat yang aman untuk kulit bayi. Pilihlah minyak alami seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak almond yang tidak mengandung pewangi buatan dan bahan kimia berbahaya.
Minyak yang tepat akan membantu tangan Mama lebih mudah bergerak di kulit bayi sekaligus memberikan kelembapan ekstra pada kulitnya.
3. Lakukan pijatan dengan gerakan lembut dan perlahan
Freepik
Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga penting untuk melakukan pijatan dengan gerakan yang lembut dan perlahan.
Mulailah dengan sentuhan ringan di area kaki, tangan, punggung, dan perut. Gerakan melingkar atau usapan lembut bisa membantu bayi merasa lebih nyaman.
Hindari memberikan tekanan terlalu kuat, terutama di area tertentu seperti leher dan tulang belakang, agar bayi tidak merasa kesakitan.
4. Perhatikan reaksi bayi saat dipijat
Freepik
Setiap bayi memiliki reaksi yang berbeda terhadap pijatan. Beberapa bayi mungkin langsung merasa nyaman dan menikmati momen pijat, sementara yang lain bisa merasa kurang nyaman.
Jika bayi tampak gelisah, menangis, atau menunjukkan tanda-tanda tidak suka saat dipijat, sebaiknya hentikan terlebih dahulu. Mama bisa mencoba lagi di lain waktu dengan teknik yang lebih lembut atau di suasana yang lebih tenang.
5. Hindari memijat bayi saat sedang sakit atau setelah vaksinasi
Freepik
Meskipun pijat bisa memberikan banyak manfaat, ada beberapa kondisi di mana pijat sebaiknya dihindari. Jika bayi sedang mengalami demam, flu, diare, atau baru saja mendapatkan vaksinasi, sebaiknya tunda dulu sesi pijatnya.
Saat tubuh bayi sedang tidak fit, pijatan justru bisa membuatnya merasa tidak nyaman. Tunggu hingga kondisinya benar-benar pulih sebelum kembali melakukan pijatan.
6. Konsultasikan dengan dokter jika masih ragu
Freepik/prostooleh
Jika Mama masih merasa ragu atau bayi memiliki kondisi kesehatan tertentu, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pijatan.
Dokter bisa memberikan saran terbaik mengenai teknik pijat yang aman dan sesuai dengan kondisi bayi.
Demikian penjelasan mengenai bolehkah bayi dipijat setelah kelelahan mudik. Jadi, bayi boleh dipijat setelah mudik, tapi biarkan ia beristirahat terlebih dahulu sebelum dipijat. Pijatan yang tepat bisa menjadi cara ampuh untuk membantu bayi merasa lebih rileks dan nyaman setelah perjalanan jauh.