TikTok Kembali Ajak Orangtua Memahami Keamanan Digital bagi Remaja
Kolaborasi TikTok bersama SEJIWA, Keluarga Kita, dan 10 sekolah di Jabodetabek tahun 2025
16 Februari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Berdasarkan data UNICEF tahun 2024, diketahui sekitar 30 juta anak di Indonesia menjadi pengguna internet. Diantara 30 juta anak tersebut, ada 74% anak yang menggunakan gawai tanpa pengawasan dari orangtua.
Hal inilah yang menjadi sebuah masalah yang harus segera dipahami oleh orangtua mengenai pentingnya mengawasi anak saat memegang gawainya.
Anggini Setiawan sebagai Direktur Komunikasi TikTok mengungkapkan bahwa keamanan digital bukan hanya isu tren. Remaja harus merasa aman berekspresi di dunia digital, dan orang tua perlu aktif mendampingi perjalanan digital anak remaja mereka. Sayangnya, percakapan tentang keamanan digital kerap baru dimulai setelah masalah terjadi.
TikTok sebagai platform media sosial ingin memberikan pengalaman yang terbaik bagi penggunanya di berbagai usia. Dengan memahami berbagai isu di dunia digital, TikTok bersama SEJIWA Foundation dan Keluarga Kita kembali menjalankan program seru berkreasi dan #SalingJaga bertujuan untuk mengedukasi mengenai pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan remaja.
Berikut Popmama.com akan merangkum informasi mengenai pentingnya orangtua memahami keamanan digital bagi remaja.
1. Program kampanye TikTok bersama SEJIWA dan Keluarga Kita
TikTok memperkuat komitmennya untuk mengedukasi dan menciptakan ruang digital yang aman bagi remaja dengan melanjutkan program Seru Berkreasi dan #SalingJaga. Di tahun kedua ini, TikTok kembali menggandeng SEJIWA Foundation untuk roadshow edukasi keamanan digital hingga ke 10 sekolah menengah atas di Jabodetabek. Untuk mengedukasi dan mengajak keterlibatan orang tua dalam mendampingi remaja di dunia digital di Indonesia, TikTok juga menggandeng mitra baru, Keluarga Kita, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pendidikan keluarga di Indonesia.Bersama SEJIWA Foundation, TikTok akan kembali menggelar sesi diskusi interaktif di sekolah-sekolah, dengan melibatkan kreator TikTok yang akan berbagi cara agar remaja dapat berekspresi dengan aman, menghadapi interaksi negatif, dan menjaga privasi di platform digital.
Melalui program TikTok bersama SEJIWA dan Keluarga Kita, para peserta dapat belajar pentingnya kreativitas, kerjasama, dan komunikasi yang baik di dalam keluarga. Selain itu, ini juga merupakan kesempatan bagi keluarga untuk mengeksplorasi berbagai aspek positif dari teknologi, serta mengajarkan anak-anak cara menggunakan media sosial dengan bijak. Dengan program ini, diharapkan keluarga dapat lebih dekat satu sama lain dan mengembangkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami sangat senang dapat bermitra lagi dengan TikTok untuk menjalankan kampanye ini. Sebagai organisasi yang sudah lama fokus pada dunia pendidikan dan keamanan remaja, SEJIWA Foundation melihat keberlangsungan program Seru Berkreasi dan #SalingJaga 2025 sebagai salah satu langkah yang konkrit untuk membekali para remaja berinteraksi secara positif dan bertanggung jawab dalam lingkup dunia digital." Ungkap Founder SEJIWA Foundation, Diena Haryana di Jakarta Pusat pada Rabu (13/2/2025).
2. Memahami tantangan digital remaja
Dalam acara peluncuran TikTok Teen Safety Campaign 2025, TikTok mengundang Hastuti Wulanningrum, M.Si yaitu Ketua Tim Pengelolaan Komunikasi Strategis Pemerintah, Ditjen Komunikasi Publik dan Media.
Hastuti menjelaskan bahwa 88,99% anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia sudah mengakses internet untuk media sosial. Hal ini memberikan berbagai dampak baik dan positif bagi anak dan remaja.
Dari kemajuan teknologi ini, remaja memiliki tantangan digital yang bisa berdampak bagi kehidupannya seperti cyberbullying, terkena berita palsu (hoaks) dan disinformasi, risiko eksploitasi dan kejahatan online, hingga ketergantungan media sosial yang merujuk pada tidak percaya diri (insecure).