3 Tips Ajarkan Anak agar Tidak Tertipu AI, Jadi Modus Penipuan Baru

Biar nggak tertipu modus penipuan dengan AI, yuk ajarkan tips ini ke anak dan keluarga di rumah

21 Januari 2025

3 Tips Ajarkan Anak agar Tidak Tertipu AI, Jadi Modus Penipuan Baru
Freepik

Di era teknologi yang semakin canggih, peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang sudah tak bisa dipungkiri kecanggihannya ya, Ma.

Namun, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dengan teknologi deepfake yang mampu meniru suara atau wajah seseorang dengan sangat meyakinkan justru bisa menjadi potensi penyalahgunaan AI sebagai modus penipuan.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin melindungi anak-anak dari berbagai ancaman, termasuk risiko tertipu oleh teknologi canggih seperti AI.

Nah, biar sama-sama teredukasi, berikut Popmama.com rangkumkan tips agar tidak tertipu AI yang bisa orangtua ajarkan pada anak.

1. Punya kata sandi bersama

1. Pu kata sandi bersama
Freepik

Selain untuk melindungi gadget kita dari penyalahgunaan orang tidak bertanggung jawab, penggunaan kata sandi juga bisa jadi cara ampuh untuk melindungi anak tertipu AI.

Maraknya teknologi deepfake yang bisa membuat suara dengan sangat mirip tentunya bisa dengan mudah kita kenali dengan kata sandi yang sudah dibuat bersama.

Nggak perlu kata sandi rumit, Mama bisa ajarkan anak untuk menyebutkan kata sandi bersama seperti menanyakan cuaca di awal setiap telepon.

Misalnya, "hari ini cuacanya cerah sekali deh, Ma." Atau sebaliknya, "cuaca hari ini cerah ya, dek."

Jika tidak menyebutkan kata sandi bersama di awal setiap telepon, tentu itu bisa dipastikan bukan anggota keluarga.

Meski terdengar sepele, nyatanya menyiapkan kode masing-masing dalam keluarga bisa jadi pencegahan penipuan modus baru berbasis teknologi.

2. Gunakan teknologi anti fraud

2. Gunakan teknologi anti fraud
Freepik/master1305

Di era teknologi yang sangat canggih ini, penting untuk orangtua memahami modus penipuan dengan memanfaatkan teknologi anti fraud atau anti penipuan.

Sebagai perlindungan awal, Mama dan keluarga bisa menggunakan alat atau perangkat yang sudah memiliki fitur anti-penipuan. Kesadaran diri juga perlu ditingkatkan untuk mengenali tanda-tanda penipuan, seperti nada bicara atau situasi yang mencurigakan.

Ketika memiliki kesadaran tinggi tentunya penipuan cenderung lebih sulit terjadi, karena baik kita sebagai orangtua maupun anak, sudah memahami karakter atau kebiasaan satu sama lain.

Dalam konteks penipuan berbasis AI atau digital, teknologi ini memiliki fitur-fitur seperti pemindai keamanan otomatis yang biasanya bisa mendeteksi percakapan dengan nada tertentu, atau file yang mengandung risiko. 

Bisa juga menggunakan verifikasi biometrik, yang biasanya di setiap ponsel saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi pengenal wajah, suara, atau sidik jari untuk memastikan identitas pengguna. Ini mengurangi kemungkinan orang lain mengakses akun atau data pribadi tanpa izin.

3. Hindari penggunaan WiFi publik

3. Hindari penggunaan WiFi publik
Freepik

Menghindari penggunaan WiFi publik adalah langkah pencegahan penipuan berbasis AI yang sangat relevan, karena jaringan publik sering menjadi target bagi para pelaku kejahatan siber.

Nah, siapa nih Mama atau anak mama yang sering kali mencari WiFi di setiap berkunjung ke suatu tempat? Yuk, mulai kurangi kebiasaan ini dan gunakan jaringan pribadi.

Mengapa penggunaan WiFi publik berisiko penipuan siber? Hal ini karena banyak jaringan WiFi publik tidak menggunakan enkripsi yang kuat, sehingga data yang dikirimkan melalui jaringan tersebut (seperti pesan, email, atau login akun) dapat dengan mudah dihack atau disadap oleh pihak ketiga.

Ada pula yang memanfaatkan jaringan WiFi palsu dengan nama yang menyerupai jaringan resmi, seperti "Free Airport WiFi." Jadi saat ponsel Mama atau anak mama terhubung, semua data dapat dilihat oleh pelaku.

Dengan melakukan tips di atas, tentunya ini menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan, termasuk yang melibatkan AI.

Edukasi ini juga penting untuk diberikan kepada anak-anak agar mereka lebih berhati-hati saat menggunakan teknologi yang ada agar lebih bijak.

Semoga informasinya bermanfaat untuk edukasi anak di rumah ya, Ma!

Baca juga:

The Latest

Pasangan Suami-Istri Adopsi Anak Pekerjakan Paksa Jadi 'Budak'
60 Arti Emoji Lucu WhatsApp Sering Dipakai, Pu Arti Sendiri
Sejarah Nastar, Kue Khas Hari Raya Asal dari Belanda
Mengenal Metode Belajar Active Recall Efektif Ujian
Perkembangan Kehidupan Masyarakat Masa Kerajaan Hindu-Buddha
Belajar dari Serial Adolescence, Ini Dampak Algoritma Medsos bagi Anak
Kisah Nina, "Polisi Sampah" Asal Gresik Diapresiasi Dunia
Apa Itu Brinicle, Fenomena Tornado Es Bawah Laut
7 Rekomendasi Film Keluarga Cocok Ditonton saat Libur Lebaran
Biodata Profil Lion Jonovan, Penyanyi Pu Mimpi Besar