5 Cara Mendidik Anak Pertama agar Bisa Menjadi Role Model
Selalu bangun hubungan yang sehat di antara anak-anak mama
8 November 2022
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Setiap anak tentu tumbuh dan berkembang dengan kepribadian dan karakter yang berbeda satu sama lain.
Mulai dari anak sulung, anak tengah, anak bungsu ataupun anak tunggal mempunyai perbedaannya masing-masing. Memiliki anak lebih dari satu, tentu adalah sebuah tantangan juga bagi orangtua. Sebagai orangtua, Mama pasti berharap anak-anak mama hidup berdampingan secara akur dan jauh dari pertengkaran.
Pertengkaran bisa dijauhi, apabila anak pertama sudah dapat menjadi role model untuk adiknya.
Maka dari itu, berikut informasi tentang 5 cara mendidik anak pertama agar bisa menjadi role model yang bisa Mama ajarkan ke anak pertama mama yang telah Popmama.com ulas. Yuk langsung disimak!
1. Kurangi menetapkan batasan ke anak
Umumnya, ada beberapa orangtua yang terlalu merasa khawatir jika anak pertama bertindak kasar kepada adiknya. Perasaan dan pikiran khawatir inilah yang mengakibatkan banyak orangtua terlalu melarang dan membatasi banyak hal pada anak pertama. Contohnya, melarang anak pertama untuk menggendong adiknya.
Seorang terapis bernama Quinn Kelly berpendapat bahwa terlalu sering menetapkan batasan akan menyebabkan anak pertama merasa cemburu dan menganggap Mama pilih kasih.
Oleh karena itu, lebih baik ajarkan kepada anak saja apa yang harus mereka lakukan, tak hanya sekadar melarangnya dan terlalu sering memberikan sejumlah batasan.
Editors' Pick
2. Orangtuga juga harus bisa menjadi role model terlebih dulu
Sebelum mengajarkan anak pertama menjadi role model bagi adiknya, orangtua tentu perlu sadar diri dan menempatkan diri sebagai role model yang baik bagi anak. Hal ini dikarenakan, salah satu sikap alami dari seorang anak adalah mudah meniru apa yang orangtua lakukan.
Apabila orangtua sudah dapat menjadi contoh yang baik, maka karakter, sikap, dan karakter anak juga akan lebih mudah untuk dibentuk.
Contohnya ketika Mama ingin anak mama sabar menghadapi adik-adiknya. Maka, hal yang harus pertama Mama lakukan adalah harus selalu sabar juga dalam menghadapi anak pertama. Sehingga, anak pun akan berinisiatif mencontoh apa yang Mama lakukan dihapadapannya sebagai orangtua.