Jika kita berbicara mengenai musim, kita semua tahu ada empat musim di dunia ini. Empat musim tersebut adalah musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di kawasan tropis dan secara umum mengalami dua musim utama, yaitu musim hujan atau penghujan dan musim panas atau kemarau.
Mengapa Indonesia hanya memiliki dua musim? Bersama Popama.com, mari kita pelajari mengapa ada musim hujan dan musim panas di Indonesia, yuk!
1. Letak geografis
Freepik
Letak geografis Indonesia menjadi faktor utama mengapa negara ini hanya mengalami musim hujan dan musim panas.
Indonesia terletak di antara dua samudra besar, Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta terletak di sekitar garis khatulistiwa. Letak ini mempengaruhi pola angin dan distribusi panas matahari di wilayah ini.
Garis khatulistiwa adalah garis imajiner yang membagi bumi menjadi dua belahan, yaitu belahan utara dan belahan selatan. Indonesia berada di sekitar khatulistiwa, yang berarti sebagian besar wilayahnya berada di belahan selatan.
Hal ini menyebabkan Indonesia berada di wilayah tropis dengan sinar matahari yang langsung dan intens sepanjang tahun.
3. Faktor topografi
Freepik/rawpixel.com
Topografi Indonesia, yang mencakup pegunungan, dataran rendah, dan pulau-pulau, juga berperan dalam pembentukan pola musim hujan dan musim panas.
Pegunungan dan dataran tinggi memiliki kemampuan untuk menahan awan dan memicu hujan, sementara wilayah pesisir cenderung lebih kering.
Hal ini mengakibatkan variasi curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
4. Angin monsoon tropis
Freepik/Kireyonok_Yuliya
Indonesia juga dipengaruhi oleh sistem monsoon tropis, yang merupakan pola angin musiman yang terjadi di wilayah tropis. Pola ini terbentuk akibat perbedaan suhu di daratan dan lautan serta efek rotasi bumi.
Sistem monsoon tropis menyebabkan perubahan musiman dalam arah dan kecepatan angin, yang berdampak pada pola musim di Indonesia.
Musim hujan - Selama musim hujan, angin muson bertiup dari Samudra Hindia ke Indonesia, membawa uap air yang lembap. Angin ini bertemu dengan pegunungan dan dataran tinggi, memicu kondensasi dan pembentukan awan hujan. Wilayah barat Indonesia, seperti Sumatera dan Kalimantan, serta wilayah timur seperti Papua, menerima curah hujan yang tinggi selama musim ini.
Musim panas - Selama musim panas, angin muson berbalik arah dan bertiup dari daratan ke laut. Angin ini membawa udara kering dan cenderung tidak membawa banyak uap air, yang menyebabkan penurunan curah hujan. Meskipun demikian, beberapa wilayah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara dan Sulawesi, masih dapat mengalami hujan ringan atau cuaca yang lembap selama musim panas.
5. Pengaruh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik
Freepik/jcomp
Kedua samudra ini mempengaruhi suhu permukaan laut dan distribusi panas di sekitar wilayah Indonesia, yang pada gilirannya mempengaruhi pola angin dan curah hujan di negara tersebut.
Selama musim hujan di Indonesia, suhu permukaan laut di Samudra Hindia umumnya lebih tinggi daripada di Samudra Pasifik. Perbedaan suhu ini menciptakan perbedaan tekanan udara antara kedua samudra tersebut. Perbedaan tekanan ini menyebabkan aliran udara dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia, membawa banyak uap air dan menyebabkan curah hujan yang tinggi selama musim hujan.
Namun, selama musim kemarau, situasinya dapat berubah. Selama fenomena El Niño, yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Timur Samudra Pasifik lebih hangat dari biasanya, angin muson barat daya yang membawa udara lembab dari Samudra Hindia ke Indonesia dapat menjadi lemah. Sebaliknya, angin muson timur laut dari daratan Australia bisa lebih kuat, menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan cuaca yang lebih kering. Sementara itu, selama La Niña, ketika suhu permukaan laut di Timur Samudra Pasifik lebih dingin dari biasanya, Indonesia dapat mengalami musim hujan yang lebih basah dan panjang.
Itulah penjelasan mengenai mengapa ada musim hujan dan musim panas di Indonesia. Indonesia hanya memiliki musim hujan dan musim panas karena letak geografisnya di sekitar khatulistiwa dan dipengaruhi oleh sistem monsoon tropis. Garis khatulistiwa dan pola angin musiman tersebut mempengaruhi distribusi sinar matahari dan pergerakan uap air di wilayah ini. Memahami pola musim ini penting dalam pengelolaan sumber daya alam, pertanian, dan sektor lainnya di Indonesia.