Kisah Rasulullah SAW: Biodata, Keluarga, dan Nasihat Inspirasi
Jadi teladan umat Islam, yuk, kenal lebih dekat dengan Rasulullah SAW
28 Maret 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Rasulullah SAW adalah sosok mulia yang tak hanya menjadi pemimpin umat Islam, tapi juga teladan dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari nama, keluarga, hingga perjalanan hidupnya, setiap detail hidup Rasulullah penuh dengan hikmah yang bisa kita pelajari.
Kisah Rasulullah ini pun bisa kita tanamkan pada anak sejak dini, agar anak mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW untuk bisa meneladani akhlaknya yang mulia.
Selain perjalanan hidupnya yang penuh mulia, Rasulullah SAW juga meninggalkan banyak sabda yang bisa jadi panduan hidup kita sehari-hari.
Bisa jadi pelajaran penting untuk anak mama, berikut Popmama.com rangkumkan dari berbagai sumber mengenai biodata dan riwayat hidup Rasulullah SAW.
1. Nama dan keluarga Rasulullah
Nabi Muhammad SAW memiliki nama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau lahir di Mekkah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi) dan berasal dari suku Quraisy, yang merupakan keturunan Nabi Ismail AS.
Ayah beliau, Abdullah, meninggal sebelum Rasulullah SAW lahir, sedangkan ibunya, Aminah binti Wahab, wafat saat beliau berusia 6 tahun. Setelah itu, beliau diasuh oleh sang kakek yakni Abdul Muthalib, lalu kemudian diasuh juga oleh pamannya, Abu Thalib.
Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang perempuan shalihah yang mendukung dakwah beliau. Mereka dikaruniai beberapa anak, termasuk Fatimah az-Zahra, yang menjadi salah satu perempuan terbaik dalam Islam.
Adapun anak-anak dari Rasulullah SAW di antaranya adalah tiga putra yaitu Al-Qasim (anak pertama yang wafat usia 2 tahun sehingga Nabi dijuluki Abul Qasim), Abdullah (juga dikenal sebagai Ath-Thayyib dan Ath-Thahir yang wafat saat bayi), serta Ibrahim (anak dari Maria al-Qibtiyah yang wafat usia 16-18 bulan dan membuat Nabi sangat bersedih namun tetap sabar).
Selanjutnya, empat putri beliau adalah Zainab (putri tertua yang menikah dengan Abu Al-Ash bin Ar-Rabi' dan memiliki 2 anak), Ruqayyah (menikah dengan Utsman bin Affan dan wafat saat Perang Badar), Ummu Kultsum (menikah dengan Utsman setelah Ruqayyah wafat dan dijuluki Dzatu Al-Hijratain), serta Fatimah az-Zahra (putri bungsu yang paling dekat dengan Nabi, menikah dengan Ali bin Abi Thalib, dan menjadi satu-satunya yang meneruskan keturunan Nabi melalui anak-anaknya Hasan dan Husain).
Hanya Fatimah yang diketahui sampai saat ini keturunannya masih berlanjut hingga sekarang melalui Hasan dan Husain yang disebut Sayyidina Syabab Ahlil Jannah (Pemuda Pemimpin Penghuni Surga). Keturunan Nabi ini dikenal sebagai Ahlul Bait atau Dzurriyyah Rasulillah yang dimuliakan dalam Islam.
Rasulullah sangat menyayangi anak-anaknya, seperti sabda beliau tentang Fatimah: "Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku" (HR. Bukhari-Muslim).
Meski semua putra Nabi wafat di usia dini, keturunan beliau tetap lestari melalui garis Fatimah dan Ali bin Abi Thalib.
2. Riwayat hidup Rasulullah SAW
Dari beberapa ayat AL-Quran, hadist, dan penjelasan yang ada lainnya, berikut ini adalah riwayat hidup Rasulullah sejak masih kecil, remaja, dewasa dan perjalanan hijrahnya, hingga wafat, di antaranya adalah:
1. Masa Kecil (570-582 M/0-12 Tahun)
Rasulullah SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 M) di Mekkah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab (Sirah Ibn Ishaq, jilid 1).
- Yatim sejak dalam kandungan: Ayahnya wafat 6 bulan sebelum kelahirannya (Al-Bidayah wan Nihayah, Ibn Katsir).
- Diasuh keluarga mulia:
0-6 tahun: Dibesarkan ibu dan Ummu Aiman (pengasuh)
6-8 tahun: Tinggal dengan ibunda Aminah hingga wafatnya, kemudian diasuh kakeknya, Abdul Muthalib
8-12 tahun: Dibesarkan pamannya, Abu Thalib
Julukan Al-Amin: Sejak kecil dikenal jujur dan terpercaya (Sahih Muslim, no. 231).
2. Masa Remaja (582-595 M/12-25 Tahun)
- Ikut berdagang: Mulai bekerja sebagai pedagang bersama pamannya ke Syam (Suriah) usia 12 tahun (Sirah Ibn Hisyam).
- Perang Fijar: Ikut membantu paman menyiapkan anak panah saat perang antar suku (usia 15 tahun).
- Hilful Fudul: Bergabung dalam aliansi anti ketidakadilan usia 20 tahun (Tarikh ath-Thabari).
3. Pra Kenabian (595-610 M/25-40 Tahun)
- Menikah dengan Khadijah (25 tahun): Mengelola perdagangan Khadijah hingga dijuluki "At-Tajir Ash-Shadiq" (Pedagang Jujur) (Sahih Bukhari, no. 4953).
- Renungan di Gua Hira: Mulai menyendiri untuk bertafakur setiap tahun (Sirah Ibn Ishaq).
4. Masa Kenabian (610-622 M/40-52 Tahun)
- Wahyu pertama (610 M): Menerima Q.S. Al-Alaq:1-5 di Gua Hira melalui Malaikat Jibril (Sahih Bukhari, no. 4953).
- Dakwah rahasia 3 tahun: Mengajak keluarga dekat (Q.S. Asy-Syu'ara: 214).
- Dakwah terbuka: Mulai tahun ke-4 kenabian, mendapat penentangan keras dari Quraisy.
- Tahun Duka (Amul Huzn): Wafatnya Khadijah dan Abu Thalib (tahun ke-10 kenabian).
5. Hijrah ke Madinah (622-632 M/52-63 Tahun)
- Peristiwa Hijrah (622 M): Menempuh perjalanan 320 km dari Mekkah ke Madinah dalam 14 hari (Sirah Ibn Hisyam).
- Pembangunan Masyarakat Madinah:
Membangun Masjid Nabawi
Piagam Madinah (konstitusi pertama negara Islam)
Peperangan penting: Badar (2 H), Uhud (3 H), Khandaq (5 H)
Fathu Makkah (8 H/630 M): Pembebasan Mekkah tanpa pertumpahan darah (Q.S. An-Nashr: 1).
6. Wafatnya Rasulullah (11 H/632 M)
- Haji Wada' (10 H): Menyampaikan khutbah terakhir di Arafah (Sahih Bukhari, no. 1623).
- Sakit dan wafat:
Mulai sakit 29 Shafar 11 H
Wafat 12 Rabiul Awal 11 H (8 Juni 632 M) di usia 63 tahun
Dimakamkan di kamar Aisyah RA, Masjid Nabawi (Sahih Muslim, no. 1399).
Pesan terakhir yang disampaikan Rasulullah sebagaimana sabdanya dalam HR. Abu Dawud no. 4607:
"Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat..."