6 Cara Melatih Anak SD Jago Atur Keuangan, Bebas Hutang saat Dewasa
Ternyata permainan monopoli bisa menjadi cara mengajarkan anak soal uang
3 Maret 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini bukanlah hal yang berlebihan. Justru, kebiasaan baik ini bisa menjadi bekal berharga saat mereka dewasa nanti.
Anak-anak yang terbiasa memahami nilai uang dan cara mengaturnya akan lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan. Apalagi, usia sekolah dasar adalah waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan konsep sederhana tentang uang, menabung, dan mengelola pengeluaran.
Lalu, bagaimana cara efektif melatih anak SD agar jago mengatur uang? Akun Instagram @gatherich memberikan tipsnya. Informasi terkait juga sudah dirangkum dari beberapa sumber lain.
Berikut Popmama.com rangkum cara melatih anak SD jago atur keuangan, silakan simak sampai akhir ya, Ma!
1. Latihan transaksi pakai uang mainan dengan anak
Menggunakan uang mainan dapat menjadi metode efektif untuk mengenalkan konsep transaksi kepada anak. Melalui permainan seperti monopoli, anak dapat belajar tentang pembelian properti, pembayaran sewa, dan pengelolaan uang secara umum.
Hal ini membantu mereka memahami nilai uang dan pentingnya perencanaan keuangan. Selain itu, permainan peran seperti "bermain toko-tokoan" memungkinkan anak berperan sebagai penjual atau pembeli.
Dengan demikian, mereka dapat mempraktikkan pemberian dan penerimaan uang, memahami konsep harga, dan belajar membuat keputusan finansial sederhana. Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan keterampilan matematika dasar tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam bertransaksi.
2. Latihan konsep uang didapat setelah bekerja
Penting bagi anak untuk memahami bahwa uang diperoleh melalui usaha atau pekerjaan. Orangtua dapat memberikan tugas sederhana, seperti membersihkan kamar atau membantu menyiapkan meja makan, dan memberikan imbalan berupa uang saku.
Ini mengajarkan anak bahwa pendapatan adalah hasil dari kerja keras dan tanggung jawab. Selain itu, anak dapat diajak untuk terlibat dalam proyek kecil yang menghasilkan, seperti menjual kerajinan tangan atau kue buatan sendiri.
Pengalaman ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana usaha dapat menghasilkan pendapatan, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.