4 Cara Menghadapi Perilaku Tidak Hormat Anak, Jangan Disepelekan
Perilaku tidak hormat yang disepelekan dapat menjadi bumerang bagi anak di kemudian hari
14 November 2021
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Seiring bertambahnya usia, anak mulai mengembangkan perilaku dan pemikirannya sendiri. Hal ini wajar sebagai bagian dari tumbuh-kembangnya dalam merespon dunia di sekitarnya.
Namun, sebagian perilaku mungkin membuat orangtua kesal, terutama bagi anak yang mulai masuk usia sekolah dasar.
Perilaku seperti melawan orangtua, menjawab orangtua dengan tidak sopan, atau tidak mengacuhkan perintah orangtua, adalah perilaku-perilaku yang merisaukan orangtua.
Lalu, bagaimana cara orangtua menghadapi perilaku buruk anak agar tidak semakin menjadi-jadi?
Berikut ini Popmama.com merangkum beberapa cara mendidik anak yang dapat diterapkan orangtua, dilansir dari Very Well Family:
1. Abaikan perilaku mencari perhatian
Sebagian anak berperilaku buruk dengan sengaja untuk mencari perhatian orangtuanya. Mengabaikan adalah tentang menolak membiarkan anak berperilaku tidak hormat pada orangtua.
Jika mama menyuruh anak membersihkan kamar dan mereka mengabaikannya dengan tidak sopan, jangan berdebat panjang lebar tentang perilaku tidak sopan tersebut. Setiap menit yang orangtua habiskan untuk merespon perilaku buruk tersebut, itu artinya mengulur waktu mereka dalam menunda kegiatan bersih-bersih.
Beri peringatan tentang apa yang akan terjadi jika mereka tidak mau melakukan tugasnya. Bicarakan tentang konsekuensi dari sikap tidak hormat tersebut.
Editors' Pick
2. Gunakan pernyataan "kapan" dan "lalu/maka"
Ketimbang memberitahu anak tentang apa yang tidak bisa mereka kerjakan, beritahu anak tentang apa hak istimewa yang akan mereka dapatkan jika mereka mengerjakan tugasnya. Gunakan pernyataan "kapan" dan "lalu/maka" untuk mengemas tugas secara lebih positif.
Pernyataan ini digunakan ini untuk memberitahu anak apa yang akan terjadi setelah mereka memilih untuk mengubah perilakunya. Misalnya, "Kalau kamu mau menunggu dan tidak menyela pembicaraan saat mama sedang menelepon, maka mama nanti bisa punya waktu segera untuk mendengarkan ceritamu Anda."
Dengan cara ini anak akan menyadari bahwa perilaku sopan dan baik akan menghasilkan hasil yang positif.