5 Efek Buruk Jika Anak Selalu Berada di Ruangan Ber-AC
Walau sejuk, ternyata banyak efek negatifnya
18 Mei 2020
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Si Kecil selalu berkeringat, rasanya ingin menaruhnya di ruangan ber-AC. Atau, si Kecil kerap rewel jika tidak berada di ruang ber-AC?
Nyatanya, banyak efek negatif yang bisa terjadi pada anak jika membiarkan mereka selalu berada di ruangan berpendingin. Selain berpotensi menimbulkan alergi, masih banyak efek negatif lainnya.
Disusun Popmama.com, inilah 5 efek negatif jika anak selalu berada di ruang ber-AC.
1. Berpotensi terkena croup
Croup adalah infeksi saluran nafas bagian atas. Penyakit ini berasal dari virus campak dan virus parainfluenza.
Croup memiliki gejala seperti batuk yang menggonggong. Batuk biasanya akan lebih parah di malam hari sehingga tak jarang anak yang menderita croup akan menangis tidak nyaman sepanjang malam.
Selain itu, suara nafas yang sesak dan kasar juga bisa saja muncul.
Salah satu penyebabnya adalah anak terpapar dari udara yang dihirup. Oleh karenaitulah, kebersihan filter AC harus sangat dijaga. Pastikan untuk selalu rutin membersihkannya.
Selain itu, harus ada waktu untuk mematikan AC dan membuka jendela agar sirkulasi udara dalam ruangan jadi optimal.
Editors' Pick
2. Berisiko mengalami pneumonia
Pneumonia adalah gangguan fungsi paru yang banyak dialami anak-anak. Beberapa cirinya adalah demam, batuk dan disertai sesak nafas.
Banyak penyebab dari penyakit pneumonia, salah satunya kuman legionella pneumonia. Kuman ini biasanya berasal dari pendingin ruangan sentral yang tidak dibersihkan.
Debu dan kuman yang tertarik ke AC diputar kembali dan dihirup oleh anak. Dari sanalah, si Kecil bisa berpotensi terkena pneumonia.
Terlebih lagi jika ada perokok yang tidak membersihkan diri sebelum masuk ke ruangan ber-AC, maka risiko terkena penyakitnya bisa lebih besar.