Program "Senyum Anak Negeri" untuk Anak-Anak Desa Mbuit
Program "Senyum Anak Negeri" hadir mendukung upaya pemerintah dalam pemenuhan gizi seimbang
21 Februari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Bermain memang bukan hanya sekadar aktivitas yang menyenangkan saja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak, dari tawa bahagia hingga mendukung mental dan emosional.
Sayangnya, tak semua anak di Indonesia yang memiliki akses terhadap mainan edukatif dan gizi seimbang yang mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Menyambut Hari Natal dan akhir tahun 2024 lalu, program "Senyum Anak Negeri" dari Toys Kingdom, sebagai unit bisnis Kawan Lama Group, hadir dengan semangat berbagi kebahagiaan dan mendukung tumbuh kembang anak.
Program tersebut lebih berfokus pada anak-anak di Desa Mbuit, Nusa Tenggara Timur. Lebih jelasnya, berikut Popmama.com telah merangkumkan informasi seputar program "Senyum Anak Negeri" untuk anak-anak Desa Mbuit secara detail.
1. Program "Senyum Anak Negeri" fokus pada anak-anak di Desa Mbuit, NTT
Program "Senyum Anak Negeri" yang dilaksanakan ini lebih berfokus pada anak usia 1-5 tahun di Desa Mbuit, Nusa Tenggara Timur, atau anak dengan periode golden age yang krusial untuk pertumbuhan.
Dengan adanya komitmen ini, diharapkan dapat menciptakan lebih banyak senyuman dan membantu membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia.
Perlu diketahui, masalah stunting dan gizi buruk bukanlah cerita baru. Namun, upaya mengatasinya tetap menjadi tugas besar bagi kita semua.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 lalu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), angka stunting di Indonesia masih berada di angka 21,5 persen, yang termasuk kategori sedang menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Walau mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan kalau satu dari lima anak Indonesia masih mengalami stunting.
Di sisi lain, tantangan stunting justru lebih serius di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2023, ada 2.677 anak yang mengalami stunting.
Angka tersebut mencerminkan situasi yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tingginya angka stunting di wilayah ini memerlukan perhatian dan penanganan secara khusus terkait pemenuhan gizi dan akses terhadap sumber daya edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak.
2. Program ini hadir untuk mendukung upaya pemerintah dalam pemenuhan gizi seimbang
Oleh karena itu, melalui program "Senyum Anak Negeri", Toys Kingdom bekerjasama dengan MilkLife berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pemenuhan gizi seimbang.
Program ini pun diharapkan dapat meningkatkan perkembangan fisik dan kognitif anak, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, dan secara nyata berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah seperti NTT.
Ellen Widodo selaku GM Marketing Communication Toys Kingdom menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajak pelanggan untuk mendonasikan mainan bekas dalam periode hingga Februari 2025.
Nantinya, setiap satu mainan bekas yang didonasikan akan dihargai dengan satu kotak susu MilkLife yang akan disalurkan kepada 360 anak di Desa Mbuit. Selain itu, mainan bekas dan kotak susu itu akan didaur ulang menjadi meja dan kursi, sehingga manfaatnya berkelanjutan.
Pihaknya pun menargetkan pemberian susu sebanyak tiga kali sehari selama tiga bulan untuk anak-anak yang masuk dalam kategori gizi kurang, gizi buruk maupun stunting.
"Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan gizi yang cukup serta merasakan kebahagiaan, dan melalui kolaborasi ini, kami berharap bisa membantu anak-anak di Desa Mbuit tumbuh lebih sehat dan ceria," kata Ellen.
Sejalan dengan komitmen ini, Soegiono selaku Marketing Director MilkLife mengatakan pihaknya sangat senang dapat menjadi bagian dari program "Senyum Anak Negeri".
Dia pun menjelaskan kalau kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masalah stunting dan gizi buruk yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
"Dengan menyediakan susu bergizi untuk anak-anak di Desa Mbuit, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal," ujarnya.