Anak Tantrum karena Gadget? Begini Cara Mengatasinya

Jangan biasakan memberikan gadget untuk menenangkan si Kecil!

2 April 2025

Anak Tantrum karena Gadget Begini Cara Mengatasinya
Pexels/Tima Miroshnichenko

Gadget memang jadi bagian dari kehidupan modern yang sulit dipisahkan, termasuk bagi anak-anak.

Namun, ketika anak mulai tantrum setiap kali gadget diambil, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka terlalu bergantung atau kecanduan pada gadget.

Tantrum akibat gadget bisa disebabkan oleh kurangnya pengaturan waktu screen time, stimulasi yang berlebihan, atau bahkan rasa bosan tanpa perangkat tersebut.

Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada emosi, sosial, dan keseharian anak.

Menurut dr. Ester Honoris, Sp.A, Spesialis Anak, pada Instagram @dr_esterhonoris penting bagi orangtua untuk memahami cara mengelola screen time agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap gadget. 

Berikut Popmama.com telah merangkum anak tantrum karena gadget? Begini cara mengatasinya!

1. Buat jadwal waktu gadget

1. Buat jadwal waktu gadget
Freepik/freepik

Menetapkan batasan screen time sangat penting untuk menghindari ketergantungan anak terhadap gadget.

Untuk anak usia 2-5 tahun, sebaiknya penggunaan gadget dibatasi maksimal 1-2 jam per hari. Pastikan jadwal ini konsisten agar anak terbiasa dengan aturan yang jelas.

Untuk menerapkan aturan ini, orangtua bisa menggunakan timer atau alarm sebagai pengingat waktu bermain gadget.

Dengan begitu, anak akan lebih disiplin dan memahami batasan tanpa merasa gadget diambil secara tiba-tiba.

2. Alihkan dengan aktivitas menarik

2. Alihkan aktivitas menarik
Freepik/freepik

Saat anak mulai rewel karena gadget diambil, tawarkan aktivitas lain yang tak kalah menarik. Beberapa alternatif yang bisa dicoba:

  • Bermain puzzle atau lego yang dapat melatih daya pikir anak

  • Mewarnai dan menggambar untuk meningkatkan kreativitas

  • Bermain di luar rumah, seperti bersepeda, bermain bola, atau sekadar berjalan-jalan di taman

  • Membaca buku cerita bersama untuk menumbuhkan minat baca sejak dini

Selain itu, Mama dan Papa juga bisa mengajak si Kecil bermain permainan peran (role play) seperti bermain dokter-dokteran, masak-masakan, atau jual beli.

Dengan begitu, anak tetap terhibur tanpa harus bergantung pada gadget.

3. Komunikasikan dengan anak

3. Komunikasikan anak
Freepik/our-team

Anak perlu memahami alasan di balik pembatasan gadget. Jelaskan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, misalnya, "Kalau kebanyakan lihat layar, nanti mata kamu cepat capek." Atau bisa juga dengan menjelaskan bahwa bermain terlalu lama dengan gadget bisa membuat mereka kurang bergerak dan sulit tidur.

Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak akan membantu mereka lebih mudah menerima aturan tanpa merasa dipaksa.

Gunakan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang agar anak tidak merasa gadget adalah hal yang sepenuhnya buruk, tetapi perlu digunakan dengan bijak.

4. Berikan pilihan yang positif

4. Berikan pilihan positif
Freepik/freepik

Anak akan merasa lebih dihargai jika diberikan kesempatan untuk memilih. Misalnya, tanyakan, "Mau nonton kartun 15 menit sekarang atau nanti setelah makan?" Cara ini membantu si Kecil belajar mengambil keputusan sendiri dan menghindari tantrum karena merasa dikendalikan.

Dengan memberikan pilihan, anak akan lebih memiliki kontrol atas keputusannya sendiri, yang secara tidak langsung membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

5. Tenangkan anak saat tantrum

5. Tenangkan anak saat tantrum
Freepik/karlyukav
Ilustrasi anak marah

Jika anak sudah terlanjur tantrum karena gadget, hindari bereaksi dengan emosi. Biarkan mereka meluapkan perasaannya terlebih dahulu.

Setelah anak mulai tenang, ajak mereka berbicara dan tanyakan apa yang membuat mereka kesal.

Hindari langsung memberikan gadget kembali sebagai cara untuk menenangkan anak. Jika ini dilakukan, anak akan menganggap bahwa tantrum adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Sebaliknya, cobalah mengalihkan perhatian mereka dengan pelukan, cerita, atau permainan sederhana.

6. Berikan contoh yang baik

6. Berikan contoh baik
Freepik/freepik

Anak cenderung meniru kebiasaan orangtuanya. Jika mereka melihat orangtua sering menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan menganggap bahwa hal tersebut wajar dilakukan.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menjadi role model dengan membatasi penggunaan gadget saat sedang bersama anak.

Ciptakan quality time bersama keluarga, seperti bermain bersama, memasak, atau sekadar berbincang tanpa distraksi dari layar gadget.
Dengan begitu, anak akan merasa lebih dihargai dan tidak bergantung pada gadget sebagai satu-satunya sumber hiburan.

7. Terapkan konsistensi dan kesabaran

7. Terapkan konsistensi kesabaran
Freepik/Jcomp

Membatasi gadget bukan hal yang bisa dilakukan dalam semalam. Anak mungkin akan mengalami beberapa kali tantrum sebelum mereka terbiasa dengan aturan yang baru.

Oleh karena itu, orangtua perlu bersabar dan tetap konsisten dalam menerapkan aturan yang sudah dibuat.

Jika anak sudah terbiasa dengan jadwal yang jelas, tantrum bisa dikurangi secara perlahan.

Yang terpenting, pastikan anak tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan aktivitas yang cukup agar mereka tidak merasa kehilangan sesuatu saat gadget dibatasi.

Dengan kebiasaan yang konsisten dan komunikasi yang baik, anak akan terbiasa dengan aturan waktu gadget yang sehat.

Selain itu, pastikan orangtua juga memberi contoh yang baik dengan tidak terlalu sering menggunakan gadget di depan anak.

Semoga tips ini membantu, ya, Ma!

Baca juga:

The Latest