Bagaimana Orangtua Memfasilitasi Anak agar Mencapai Cita-citanya?

Sebagai orangtua Mama wajib memfasilitasi si Kecil menggapai impiannya

17 Februari 2025

Bagaimana Orangtua Memfasilitasi Anak agar Mencapai Cita-citanya
popmama.com/Gita Urania Natasha
Bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya?

Cita-cita adalah impian yang ingin dicapai oleh setiap individu, termasuk anak-anak. Di masa muda mereka, cita-cita sering kali menjadi motivasi utama yang mendorong mereka untuk belajar dan berkembang. Namun, untuk mencapai cita-cita tersebut, anak membutuhkan dukungan, arahan, dan fasilitas dari orangtua yang memainkan peran penting dalam setiap langkah perjalanan mereka.

Penting bagi orangtua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan diri anak, di mana anak merasa aman untuk bermimpi, bereksperimen, dan gagal tanpa takut dihakimi. Dengan cara ini, anak dapat belajar dari pengalaman dan semakin dekat dengan tujuan mereka.

Orangtua juga perlu memperkenalkan anak pada berbagai aktivitas dan pelajaran yang dapat membantu mereka mengeksplorasi potensi yang belum mereka sadari.

Selain itu, orangtua harus dapat memahami bahwa setiap anak memiliki jalannya masing-masing dalam mencapai cita-citanya. Tidak semua anak memiliki minat yang sama atau ingin mengikuti jalur yang sama dengan orangtuanya.

Oleh karena itu, peran orangtua bukan untuk memaksakan kehendak, tetapi untuk memberikan dukungan yang fleksibel dan penuh kasih sayang, dengan menghormati pilihan dan minat anak.

Kali ini Popmama.com akan membahas bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya? yang bisa jadi referensi Mama dan Papa untuk mendukung impian si Kecil. Disimak ya!

1. Mendengarkan dan memahami minat anak

1. Mendengarkan memahami minat anak
Paxels/Pixabay
Bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya

Orangtua memiliki peran penting dalam memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya, salah satunya melalui mendengarkan dan memahami minat anak. Ketika orangtua mendengarkan dengan penuh perhatian, mereka dapat mengetahui apa yang anak benar-benar sukai dan inginkan. Proses mendengarkan ini memberi anak ruang untuk mengungkapkan impian dan ketertarikannya. Dengan memahami minat anak, orangtua dapat memberikan dukungan yang lebih tepat dan relevan dengan aspirasi anak, sehingga anak merasa lebih dihargai dan didorong untuk mengejar cita-citanya.

Memahami minat anak juga melibatkan observasi terhadap perilaku dan hobi anak sehari-hari. Terkadang, anak mungkin belum mampu mengungkapkan secara verbal apa yang mereka inginkan, namun lewat kegiatan yang mereka pilih atau hal-hal yang mereka lakukan, orangtua bisa mengidentifikasi minat mereka. Misalnya, anak yang sering meluangkan waktu untuk menggambar atau bermain musik bisa jadi memiliki minat dalam bidang seni atau kreativitas.

2. Memberikan pendidikan dan pengalaman yang berkualitas

2. Memberikan pendidikan pengalaman berkualitas
Pexels/MART PRODUCTION
Bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya

Orangtua memainkan peran kunci dalam membantu anak mencapai cita-citanya dengan memberikan pendidikan dan pengalaman yang berkualitas. Pendidikan yang baik tidak hanya terbatas pada sekolah, tetapi juga mencakup pengajaran di rumah tentang nilai-nilai, keterampilan hidup, dan sikap yang positif. Orangtua dapat memilihkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk mendukung mereka untuk mengikuti program pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Misalnya, mendorong anak untuk mengambil kursus ekstra (bimbingan belajar) atau bergabung dengan komunitas yang mendukung minatnya, seperti klub musik atau sains.

Psikolog Klinis dan Dosen, Anastasia Satriyo menekankan bahwa pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga meliputi pengalaman praktis yang membentuk karakter anak. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi daripada kompetisi, terutama pada usia dini.

"Dulu saya pernah berbincang dengan teman dari Jerman yang menonton film Laskar Pelangi. Dia terkejut karena anak-anak di Indonesia lebih sering diajarkan untuk bersaing, dan tidak diajarkan untuk lebih sering berkolaborasi. Padahal, di negara-negara maju, anak-anak hingga usia 7-8 tahun lebih fokus diajarkan cara berkomunikasi dan bekerja sama, bukan hanya untuk menjadi juara" ungkap Anastasia saat acara 'grand opening of gentem' di Neo Soho, Jakarta Barat, Selasa (12/2/2025).

Selain pendidikan formal, pengalaman yang berkualitas juga sangat berpengaruh. Orangtua dapat menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung yang memperkaya wawasan mereka, seperti melakukan perjalanan edukatif, mengunjungi museum, atau melibatkan anak dalam kegiatan sosial yang mengajarkan tanggung jawab. Pengalaman ini memberikan anak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis dan memperluas pandangan mereka tentang dunia, yang dapat mendukung mereka dalam meraih cita-citanya di masa depan.

Orangtua juga harus memberikan bimbingan dan dorongan yang berlanjut agar anak merasa termotivasi untuk belajar dan berkembang. Dengan mendampingi anak selama perjalanan pendidikannya, baik di sekolah maupun dalam kegiatan lainnya, orangtua dapat membantu mereka mengatasi tantangan yang dihadapi. Dukungan emosional dan pemahaman terhadap kebutuhan anak sangat penting untuk memastikan bahwa anak tidak hanya memperoleh pendidikan yang berkualitas, tetapi juga merasa didorong untuk berusaha keras dalam mengejar cita-cita mereka.

3. Memberikan dukungan emosional dan motivasi

3. Memberikan dukungan emosional motivasi
Pexels/Tiger Lily
Bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya

Dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, Anastasia selaku Psikologi mengatakan, orangtua perlu menyadari bahwa dirinya pun perlu kesiapan mental dan kematangan emosional. Terlebih di era digital seperti saat ini, penting bagi orangtua untuk memberi bekal skill atau keterampilan yang tepat bagi anak. 

Perkembangan teknologi membuat hidup semakin mudah, tetapi di sisi lain, juga membawa dampak yang perlu diwaspadai. Anak-anak kini tumbuh di era di mana segala sesuatu bisa diperoleh secara instaan. Hal ini di mulai dari makanan, informasi, hingga pertemanan di dunia maya. Hal ini, jika tidak diimbangi dengan critical thinking dan pemahaman sosial, bisa menjadi boomerang.

4. Memberikan anak contoh yang baik

4. Memberikan anak contoh baik
Pexels/cottonbro studio
Bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya

Orangtua memegang peranan penting dalam membantu anak mencapai cita-citanya, salah satunya dengan memberikan contoh yang baik. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, sehingga orangtua yang menunjukkan sikap positif seperti disiplin, kerja keras, dan ketekunan dapat mengajarkan anak bahwa kesuksesan membutuhkan usaha dan komitmen. Misalnya, jika orangtua selalu berusaha maksimal dalam pekerjaan atau aktivitasnya, anak akan melihat bahwa mencapai tujuan memerlukan dedikasi yang sama.

Selain itu, orangtua yang menunjukkan pengambilan keputusan yang bijaksana memberi anak pelajaran penting tentang cara berpikir kritis dan bertanggung jawab. Ketika orangtua membuat keputusan dengan hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor, anak akan belajar untuk melakukan hal yang sama dalam kehidupan mereka. Dengan memberikan contoh pengelolaan waktu, keuangan, dan hubungan, orangtua membantu anak mempersiapkan diri untuk meraih cita-citanya dengan cara yang realistis dan terencana.

Tidak kalah penting, orangtua juga mengajarkan anak tentang pentingnya rasa percaya diri dan ketahanan mental. Orangtua yang tidak takut gagal dan selalu mencoba lagi meskipun menghadapi tantangan, memberi contoh bagaimana anak harus menghadapinya. Dengan menunjukkan sikap positif terhadap kesulitan hidup, orangtua memotivasi anak untuk tetap gigih dan percaya bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.

Inilah informasi mengenai bagaimana orangtua memfasilitasi anak agar mencapai cita-citanya? yang bisa dijadikan referensi Mama dan Papa untuk bekal memberikan fasilitas yang terbaik bagi si Kecil yang memiliki impiannya sendiri.

Baca juga:

The Latest