Tips Ampuh Atasi Rambut Anak Bau Telur Setelah Bermain
Misteri rambut anak bau telur setelah beraktivitas, ini cara mengatasinya
26 Januari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Tumbuh kembang anak adalah masa yang penuh dengan eksplorasi. Setiap hari, anak menemukan hal-hal baru, termasuk bermain di luar ruangan yang bisa membuat mereka lebih aktif dan ceria.
Namun, terkadang aktivitas ini kerap membuat para orangtua merasa bingung dengan efek samping pada rambut yang bau telur setelah seharian bermain. Mama pasti pernah mengalaminya, kan?
Kira-kira apa penyebab rambut anak bau telur setelah aktivitas seharian dan bagaimana cara mengatasinya, ya? Berikut Popmama.com rangkumkan tips ampuh yang bisa membantu mengatasi masalah ini.
1. Penyebab rambut anak bau telur setelah bermain
Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi rambut anak bau telur setelah bermain, kira-kira apa sih penyebab yang membuat rambut anak jadi bau tak sedap, Ma?
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah keringat berlebih saat anak aktif bergerak yang kemudian bercampur dengan minyak alami di kulit kepala. Nah, inilah yang dapat menciptakan lingkungan bagi bakteri berkembang, yang pada akhirnya menghasilkan bau tak sedap.
Selain itu, kondisi kulit kepala yang berminyak juga bisa memperburuk masalah ini, karena minyak dan keringat menumpuk lebih mudah sehingga bau tak sedap pun tak bisa dihindari.
Nggak cuma keringat saja, Ma, makanan tertentu seperti telur atau bawang, juga dapat memengaruhi bau tubuh melalui keringat. Terlebih jika kebersihan rambut anak kurang terjaga, ini juga menjadi penyebab utama bau pada rambut anak, karena kotoran dan keringat yang menumpuk menjadi tempat berkembangnya bakteri.
2. Anak lebih mudah berkeringat daripada orang dewasa
Tinggal di negara tropis membuat kita mendapatkan asupan sinar matahari setiap harinya, yang membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak justru cenderung lebih mudah berkeringat karena beberapa alasan.
Salah satunya adalah karena tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan dan sistem pengatur suhu tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang.
Anak-anak memiliki jumlah kelenjar keringat yang lebih banyak per berat badan mereka dibandingkan orang dewasa, sehingga mereka lebih cepat mengeluarkan keringat untuk mengatur suhu tubuh saat aktif bergerak.
Terlebih lagi anak-anak juga sangat aktif bermain dan bergerak, alhasil produksi keringatnya pun lebih meningkat. Jadi bukan mitos belaka ya, Ma, saat anak pulang bermain tercium aroma tak sedap dari tubuh atau rambutnya.