Mengulik Pakaian Adat yang Dikenakan Sri Mulyani, Menang Best Dress!
Sudah lihat busana adat Menteri Keauangan Sri Mulyani. Kamu pasti jadi ngefans, deh!
18 Agustus 2023
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
17 Agustus merupakan hari yang menyenangkan untuk semua masyarakat Indonesia. Karena, pada hari tersebutlah Indonesia berhasil merdeka, bebas dari penjajah. Untuk itu, setiap tahunnya Indonesia akan merayakan hari tersebut.
Seperti biasa, hari akan dimulai dengan upacara bendera, dimana banyak tamu undangan akan hadir. Tahun ini beberapa masyarakat Indonesia dan artis juga diperbolehkan untuk mengikuti upacara di istana.
Adapun, sederet menteri yang turut datang ke Istana Merdeka untuk melakukan upacara 17 Agustus di pagi hari kemarin.
Salah satunya menteri keuangan Sri Mulyani, yang berhasil memenangkan kostum terbaik, lho! Ayo, Popmama.com ajak untuk mengulik baju yang dipakai Sri Mulyani.
1. Gunakan baju adat asal NTT
Jika tahun lalu menteri keuangan Indonesia ini tampil anggun dengan tunik berwarna putih dengan detil renda dan payet yang menghiasi. Tahun ini Sri Mulyani tampil elegan dengan baju adat Soe, yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Busana tersebut terlihat berwarna-warni, dengan warna-warna seperti merah, biru, hijau, hingga pink.
Pakaian adat Soe menonjolkan keunikan dan daya tariknya dengan mencerminkan kekayaan budaya dan warisan tradisional Timor Tengah Selatan.
Dalam pakaian ini, unsur seni, simbolisme, dan estetika terpadu secara harmonis, menghasilkan pesona yang khas. Kain tenun turut menjadi elemen penting dalam pakaian adat Soe, bukan hanya secara fisik, melainkan juga sebagai perwujudan nilai-nilai mendalam dan tradisi yang dijunjung oleh masyarakat Timor Tengah Selatan. Proses tenunnya dilakukan dengan teliti dan keahlian tinggi, menghasilkan pola-pola yang menarik dan beraneka ragam.
Pakaian adat Soe tak hanya memiliki peran dalam upacara seremonial, melainkan juga menunjukan kehidupan masyarakat Timor Tengah Selatan.
Pakaian adat ini sering digunakan untuk acara penting seperti upacara adat, pernikahan, pertemuan masyarakat, dan peristiwa budaya lainnya.
Hal ini melambangkan penghormatan kepada leluhur, kebanggaan terhadap identitas etnis, serta rasa bangga atas kekayaan budaya yang tak ternilai harganya.
Editors' Pick
2. Baju bertema The Freezing City
Sri Mulyani memberi tema pada busananya berupa, “The Freezing City”, karena NTT terkenal memiliki cuaca lebih dingin dibandingkan kota lain di Pulau Timor. Warna-warna cerah dan motif tenun Nunkolo yang terdapat pada kain pakaian adat ini mengandung makna dan simbol tertentu. Tiap motif dan warna mengisahkan identitas suku serta sejarah lokal dengan jelas dan mendalam.
Setiap jalinan benang yang dijahit dengan teliti pada pakaian ini mengisahkan cerita tentang keindahan alam, mitos, atau simbolisme yang khas bagi masyarakat Timor Tengah Selatan.
Sri Mulyani juga terlihat menata rambutnya dengan sanggul rendah yang dilengkapi aksesoris kepala. Aksesoris menjadi bagian penting dari pakaian adat Soe.
Seringkali, pakaian adat satu ini dilengkapi dengan selendang, kalung, gelang, dan ornamen kepala yang memberikan sentuhan akhir yang sempurna pada tampilan secara keseluruhan.
Aksesoris adat Soe biasanya terbuat dari bahan-bahan alami dan sering kali dihiasi dengan sentuhan seni dan unsur budaya lokal.