Tips Membuat Steak Tidak Alot dari Chef Yuda Bustara!
Perhatikan langkah ini agar memasak Steak di rumah tidak alot ya, Ma!
27 Januari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Daging Steak yang alot dan tidak empuk tentu dapat membuat selera makan Mama dan keluarga menjadi tidak nafsu, nah kira-kira bagaimana caranya membuat Steak seenak di restoran, ya?
Steak menjadi hidangan lezat dari potongan bagian-bagian daging sapi seperti tenderloin, sirloin, dan ribeye yang dimasak secara dipanggang atau juga digoreng. Jika Mama ingin mencoba memasak Steak di rumah untuk keluarga tercinta dengan tekstur yang lezat dan tidak alot, tentu Mama harus mengetahui tips-tips ini.
Sekarang ini, Mama dapat memasak Steak di pressure cooker dan juga di air fryer, lho! Tapi sebelum memulai memasak Steak tentu ada rahasia agar daging tidak alot serta empuk saat disantap.
Berikut tips membuat Steak tidak alot dari chef Yuda Bustara dari Popmama.com di bawah ini! Yuk dibaca, Ma!
Editors' Pick
1. Kenali jenis dagingnya terlebih dahulu
Jenis daging yang Mama pilih sangat berpengaruh. Pilih potongan daging seperti tenderloin, ribeye, atau sirloin yang lebih lembut dan berlemak. Hindari daging yang terlalu tipis atau terlalu banyak otot.
"Jenis daging yang berbeda (akan membuat), teksturnya berbeda, makannya beda (selera lidah), rasanya beda," jawab chef Yuda Bustara saat Media Session Steak Hotel by HOLYCOW!, Selasa (02/07/2024), di Gandaria City Mall.
Ciri-ciri daging yang empuk dan berkualitas rata-rata adalah daging sapi yang diimpor dan apa yang dikonsumsi oleh sapi hingga cara memasaknya.
"Jadi bener-bener dagingnya dari impor atau lokal, jenis pangannya, dan cara masaknya," jelas chef Yuda.
2. Hindari menggunakan daging lokal jika ingin empuk
Jika Mama ingin membuat Steak yang empuk dan tidak alot pastikan memilih daging sapi yang impor dan berkualitas, karena umumnya daging sapi Indonesia itu keras. Tidak heran kalau daging kurban tidak direkomendasikan untuk dimasak menjadi Steak.
"Daging dari Indonesia, biasanya prosesnya dirubah lagi, masaknya harus lebih panjang, karena daging Indonesia itu lebih keras," terang chef Yuda