Niat Puasa Qadha Ramadan dan Puasa Senin Kamis, Cari Tahu di Sini
Cari tahu niat puasa qadha Ramadan dan Senin-Kamis di bawah ini!
8 Februari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Puasa merupakan ibadah yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap muslim tentunya ingin menjalankan puasa dengan sempurna, namun terkadang ada halangan untuk melaksanakan puasa Ramadan, seperti sakit, musafir, atau menstruasi.
Bagi mereka yang meninggalkan puasa tersebut, diwajibkan untuk mengganti (qadha) puasa yang tertinggal di hari lain setelah Ramadan. Namun, tahukah kamu ada cara lebih istimewa dalam menggantikan puasa yang tertinggal, yakni di hari Senin dan Kamis?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com akan membahas lebih dalam mengenai niat puasa qadha Ramadan dan puasa Senin Kamis, serta penjelasan hukum dan adab dalam melaksanakannya. Scroll untuk informasi selengkapnya.
Mengapa Harus Menjalankan Puasa Qadha?
Puasa qadha merupakan kewajiban bagi umat Islam yang meninggalkan puasa Ramadan dengan alasan tertentu. Misalnya, ketika seorang perempuan tidak dapat berpuasa karena menstruasi, mereka diwajibkan untuk menggantinya pada waktu lain setelah Ramadan berakhir.
Namun, ada waktu tertentu yang dianggap lebih istimewa untuk melaksanakan puasa qadha, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Mengapa Senin dan Kamis? Hari-hari ini memiliki keutamaan dalam Islam, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Niat Puasa Qadha Ramadhan pada Hari Senin dan Kamis
Saat ingin menggantikan puasa yang ditinggalkan, niat menjadi hal penting. Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari, yakni antara waktu maghrib (terbenamnya matahari) hingga fajar.
1. Niat puasa qadha Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمَاضِي، الَّذِي عَلَيَّ فَرْضٌ، صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمُتَبَقِّي مِنْهُ، فِي هَذَا الْيَوْمِ الْمُبَارَكِ الْمُصَادِفِ الاثْنَيْنِ، لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma shahri Ramadan al-maadi, alladhi 'alayya fardhun, shauma shahri Ramadan al-mutabaqqi minhu, fi hadza al-yawmi al-mubarak al-musadiq al-ithnayn, lillahi ta'ala."
Artinya:
"Saya niat berpuasa puasa qadha Ramadan tahun lalu, yang belum saya ganti, pada hari ini yang bertepatan dengan hari Senin yang mulia, karena Allah Ta'ala."
2. Niat puasa qadha Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمَاضِي، الَّذِي عَلَيَّ فَرْضٌ، صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمُتَبَقِّي مِنْهُ، فِي هَذَا الْيَوْمِ الْمُصَادِفِ الْخَمِيْسِ، لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma shahri Ramadan al-maadi, alladhi 'alayya fardhun, shauma shahri Ramadan al-mutabaqqi minhu, fi hadza al-yawmi al-musadiq al-khamis, lillahi ta'ala."
Artinya:
"Saya niat berpuasa puasa qadha Ramadan tahun lalu, yang belum saya ganti, pada hari ini yang bertepatan dengan hari Kamis yang mulia, karena Allah Ta'ala."