Sejarah Imlek dan Filosofi di Balik Perayaan Tahun Baru China
Dari legenda hingga tradisi yang diwariskan, setiap momen Imlek mengandung pesan menarik
12 Januari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Imlek yang dikenal juga dengan Tahun Baru China, bukan hanya soal pesta kembang api atau perayaan dengan angpao. Di balik itu semua, ada sejarah panjang dan filosofi yang menyelimuti perayaan ini.
Setiap tahun, ribuan keluarga Tionghoa di Indonesia dan seluruh dunia merayakan hari istimewa ini. Dari asal-usul Imlek yang berakar pada kebudayaan Tiongkok kuno hingga perjalanan panjangnya di Indonesia, perayaan ini mengandung berbagai cerita tersendiri.
Mari kita telusuri bareng Popmama.com tentang sejarah Imlek serta filosofi yang tersembunyi di balik setiap tradisinya. Scroll informasi di bawah ini, ya!
Editors' Pick
Asal Usul Imlek, Kisah Berawal Dari Monster Nian
Perayaan Imlek memiliki akar sejarah yang sangat panjang, dimulai sejak zaman Dinasti Shang (1600–1046 SM). Awalnya, Imlek adalah tradisi yang dilakukan oleh para petani untuk menyambut musim semi dan memohon hasil panen.
Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi perayaan Tahun Baru Imlek yang kita kenal sekarang, bertepatan dengan awal tahun menurut perhitungan kalender Tionghoa. Selain itu, terdapat legenda Tionghoa yang menceritakan asal usul Imlek.
Pada zaman dahulu, terdapat monster besar pemakan manusia bernama Nian yang muncul pada akhir musim dingin. Mengutip dari Confucius Institute for Scotland, University of Edinburgh, menjelaskan bahwa Nian adalah makhluk buas mirip singa bertanduk runcing yang dikisahkan hidup pada zaman peradaban China kuno.
Suatu waktu, penduduk desa melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu seorang anak yang mengenakan baju merah. Peristiwa ini membuat mereka menyadari bahwa Nian takut pada warna merah.
Oleh sebab itu, setiap pergantian tahun, penduduk desa akan mengenakan pakaian merah dan memasang lentera serta gulungan kertas merah di jendela dan pintu rumah sebagai upaya perlindungan. Cara pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru Imlek.
Sejarah Imlek di Indonesia, Banyak orang Tionghoa yang Berdagang ke Asia Tenggara
Imlek pertama kali masuk ke Indonesia melalui kedatangan orang Tionghoa yang berdagang ke Asia Tenggara. Tradisi perayaan Tahun Baru Imlek kemudian berkembang seiring dengan semakin banyaknya komunitas Tionghoa yang menetap di Indonesia.
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, orang Tionghoa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan budaya dan tradisi mereka, termasuk merayakan Imlek secara terbuka. Namun, pada era Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, perayaan Imlek dibatasi dan hanya boleh dilaksanakan di lingkungan keluarga atau ruangan tertutup.
Perubahan signifikan terjadi setelah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat, di mana perayaan Imlek akhirnya diizinkan kembali secara terbuka di masyarakat. Pada tahun 2002, Imlek resmi menjadi hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19/2002 yang dikeluarkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
Sejak saat itu, Imlek telah menjadi bagian integral dari budaya Indonesia dan dirayakan setiap tahun oleh komunitas Tionghoa di seluruh negeri. Perayaan ini juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan antar berbagai etnis.