Presiden Jokowi sudah menetapkan aturan baru yang di mana masyarakat wajib membayar iuran simpanan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Ini berlaku bagi semua pekerja dari PNS, Pegawai BUMN, TNI-Polri, hingga pekerja swasta, dan freelance.
Iuran yang diberlakukan itu nantinya akan membuat gaji para pekerja dipotong sebesar 3 persen setiap bulannya. Lantas, bagaimana simulasi gaji yang dipotong iuran Tapera?
Informasi lebih jelasnya sudah Popmama.com rangkumkan dalam artikel kali ini. Keep scrolling untuk terus membaca!
Manfaat Program Tapera
Pexels/Binyamin Mellish
Sebelum membahas soal persyaratan, cara menghitung iuran, hingga simulasi gaji yang dipotong untuk Tapera, kamu perlu tahu dulu soal manfaat dari program Tapera.
Setelah aturan itu diteken, banyak masyarakat yang bertanya tentang manfaat dari program ini. Bila dilihat dari laman resmi Tapera di tapera.go.id, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan baik pekerja masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non MBR.
Manfaat Tapera untuk pekerja MBR:
Kredit Pemilikan Rumah (KPR): Peserta dapat mengajukan pembiayaan untuk pembelian rumah, khusus rumah pertama. Syaratnya telah menjadi peserta Tapera minimal 1 tahun dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Kredit Bangun Rumah (KBR): Peserta dapat mengajukan pembiayaan untuk pembangunan rumah pertama baru. Syaratnya telah menjadi peserta Tapera minimal 1 tahun dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Kredit Renovasi Rumah (KRR): Peserta Pekerja dapat mengajukan pembiayaan untuk perbaikan rumah (renovasi). Syaratnya telah menjadi Peserta Tapera minimal 1 tahun dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Manfaat Tapera untuk pekerja non MBR:
Pengembalian Tabungan dan Imbal Hasil dapat diambil apabila telah berhenti menjadi Peserta Pekerja pensiun atau Pekerja Mandiri yang telah mencapai usia 58 tahun.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta untuk bisa mendapatkan pembiayaan perumahan lewat program Tapera. Begini persyaratan program Tapera, antara lain:
Memiliki masa kepesertaan minimal selama satu tahun atau 12 bulan
Termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah
Belum memiliki rumah
Menggunakan dana untuk pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, maupun perbaikan rumah pertama.
Sementara untuk ketentuan program Tapera adalah sebagai berikut:
Pembiayaan hanya untuk rumah pertama
Pembiayaan diberikan satu kali
Nilai besaran pembiayaan akan berbeda-beda untuk setiap pembiayaan perumahan
Rumah yang bisa dibiayai lewat program ini bisa berupa rumah tunggal, rumah deret, ataupun rumah susun
Pembiayaan kepemilikan rumah bisa dilakukan lewat mekanisme sewa-beli.
Cara Menghitung Iuran Bulanan Tapera
Pexels/Eziz Charyyev
Seperti yang disebutkan di atas, iuran bulanan Tapera juga berlaku untuk pegawai swasta. Nantinya, besaran gaji pegawai swasta akan dipotong perusahaan sebanyak 2,5 persen. Sementara itu, sisanya senilai 0,5 akan ditanggung oleh perusahaan.
Cara Hitung Iuran Bulanan Tapera untuk Pegawai Swasta dengan Gaji Rp5.000.000:
Misalnya seorang pekerja memiliki gaji bulanan sebesar Rp5.000.000, maka iuran Taperanya adalah 3 persen dari gaji bulanan tersebut. Ini rinciannya:
3/100 (3 persen) × Rp5.000.000 = Rp150.000
Dari jumlah Rp150.000 itu, uang senilai Rp125.000 dibayar oleh pekerja berdasarkan gaji yang dipotong senilai 2,5 persen, dan sisanya 0,5 persen senilai Rp25.000 dibayarkan oleh perusahaan atau pemberi kerja.
Cara Hitung Iuran Bulanan Tapera untuk Pegawai Swasta dengan Gaji Rp3.000.000:
Sementara itu, jika gaji seorang pekerja pegawai swasta sebesar Rp3.000.000 per bulan, maka penghitungan iuran bulanan Tapera yang dipotong dari gaji sebagai berikut:
3/100 (3 persen) × Rp3.000.000 = Rp90.000
Dari jumlah Rp90.000 itu, uang senilai Rp75.000 dibayar oleh pekerja lewat gaji yang dipotong sebesar 2,5 persen. Sisanya, 0,5 persen sebesar Rp15.000 akan dibayar oleh pihak perusahaan.
Daftar Tabel Simulasi Iuran Tapera
Pexels/Pixabay
Untuk lebih jelasnya seperti inilah simulasi iuran Tapera, antara lain:
Gaji
Iuran Tapera 3 Persen per Bulan
Iuran Tapera 3 Persen per Tahun
Iuran Tapera 3 Persen per 50 Tahun
Rp3.000.000
Rp90.000
Rp1.080.000
Rp54.000.000
Rp4.000.000
Rp120.000
Rp1.440.000
Rp72.000.000
Rp5.000.000
Rp150.000
Rp1.800.000
Rp90.000.000
Rp6.000.000
Rp180.000
Rp2.160.000
Rp108.000.000
Rp7.000.000
Rp210.000
Rp2.520.000
Rp126.000.000
Rp8.000.000
Rp240.000
Rp2.880.000
Rp144.000.000
Rp9.000.000
Rp270.000
Rp3.240.000
Rp162.000.000
Rp10.000.000
Rp300.000
Rp3.600.000
Rp180.000.000
Rp11.000.000
Rp330.000
Rp3.960.000
Rp198.000.000
Rp12.000.000
Rp360.000
Rp4.320.000
Rp216.000.000
Apakah Yakin Dapat Rumah dari Iuran Tapera?
Pexels/David McBee
Jika melihat simulasi di atas, kini yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang adalah apakah yakin dapat rumah dari iuran Tapera?
Di banyak wilayah, harga properti memang sudah naik secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Kondisi itu terjadi terutama di kota-kota besar dan daerah perkotaan di Indonesia. Alhasil, banyak pekerja yang merasa pesimis, apalagi bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan gaji yang rendah.
Harga rumah yang tinggi dan tak diimbangi dengan penghasilan masyarakat yang rendah tentu akan membuat kalangan pekerja jadi merasa sulit untuk mengumpulkan banyak uang demi membayar uang muka dan cicilan rumah secara per bulan.
Misalnya saja harga rumah di Jakarta pada tahun 2024 sekitar Rp200-300 juta. Harga properti itu kemungkinan akan terus melonjak tinggi bahkan nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Belum lagi, ada berbagai cicilan yang harus ditanggung para pekerja setiap bulannya, selain iuran Tapera.
Adapun yang potongan yang memangkas gaji pekerja setiap bulan mulai dari PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan JKK dan JKM, BPJS Ketenagakerjaan JHT, dan BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun.
Itulah rangkuman informasi tentang simulasi iuran Tapera. Semoga informasi di atas bisa membuat kamu semakin paham dengan Tapera yang kini sedang ramai dibicarakan.