Hewan Peliharaan Tidak Disarankan Diberi Makanan Mentah, Kenapa?
Ada kontaminasi bakteri di makanan mentah
22 Maret 2024

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Memberi makanan mentah untuk hewan peliharaankucing atau anjing telah menjadi topik kontroversial di kalangan pemilik hewan dan ahli kesehatan hewan. Pasalnya, memberi makanan mentah dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan kekurangan nutrisi.
Salah satu risiko utama memberi makanan mentah bagi kucing atau anjing, yakni kemungkinan kontaminasi oleh bakteri patogenik seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria. Bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit pada hewan perliharaan.
Selain itu, sistem pencernaan beberapa kucing atau anjing mungkin tidak dapat menangani makanan mentah dengan baik. Jika dipaksakan, ujungnya bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti diare atau muntah.
Nah, kali ini Popmama.com sajikan informasi tentang alasan hewan peliharaan tidak disarankan beri makanan mentah secara lebih detail.
Yuk, disimak informasi selengkapnya!
Utamakan Komponen Nutrisi untuk Hewan Peliharaan
Pada acara Exclusive Interview Royal Canin pada Kamis (21/3/2024), drh. Rio Aditya Setiawan menyebut permasalahan bukan di bahan makanan ataupun cara penyajian, tetapi komponen nutrisi apa yang diterapkan di makanan hewan peliharaan.
Faktanya, makanan mentah hampir tidak menyediakan nutrisi yang seimbang untuk kebutuhan hewan peliharaan. Ini termasuk dalam makanan komersial yang diproses dengan baik, nutrisi tertentu ditambahkan untuk memastikan hewan peliharaan mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkan.
“Sebenarnya dari sisi nutrisi yang kita bicarakan bukan mengenai bahan, tetapi komponen nutrisinya. Jadi kita bicara berapa sih persen proteinnya, berapa sih persenan vitaminnya, kalsium dan fosfornya berapa. Itu yang penting,” ungkap drh. Rio Aditya di Jakarta.
Makanan mentah hampir tak mengandung perbandingan yang tepat antara protein, lemak, dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh kucing atau anjing.
Selain itu, asam amino esensial yang dibutuhkan hewan peliharaan juga tak terpenuhi. Padahal asam amino esensial komponen penting dari protein yang diperlukan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan fungsi tubuh si anabul.
Tidak Disarankan Memberi Makanan Mentah
Selanjutnya, drh. Rio Aditya tidak merekomendasikan makanan mentah untuk dikonsumsi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Ketentuan tersebut ia ungkapkan berdasarkan aturan dan panduan dari organisasi hewan internasional.
Logikanya mirip seperti manusia, sebab makanan mentah ada risiko kontaminasi di dalamnya, terlebih jika makanan mentah ini tidak terproses dengan baik.
“Nah, apakah mentah boleh atau tidak, ya kita mengikuti panduan juga dari organisasi hewan internasional dimana kita tidak merekomendasikan makanan mentah. Sebenarnya logikanya mirip seperti manusia juga, karena makanan mentah ada risiko kontaminasi, apalagi kalau makanan mentah ini tidak terproses dengan baik,” jelasnya.
Dia menerangkan, yang ideal adalah ada proses pemasakan guna memastikan makanan tersebut sudah menyandang food safety. Proses pemasakannya juga mesti diperhatikan, apakah sudah aman untuk dikonsumsi hewan peliharaan mengingat tanpa adanya standardisasi tertentu.
“Yang ideal adalah, adanya proses pemasakan untuk memastikan bahwa makanan ini sudah food safety ibaratnya. Tetapi juga kita harus memerhatikan, jika sudah melalui proses pemasakan, yang jadi pertanyaan kemudian adalah apakah makanan itu aman untuk hewan peliharaan kita,” papar drh. Rio.