Apakah Ibu Menyusui Boleh Konsumsi Claritin? Simak Penjelasannya!

Selalu konsultasikan pada dokter ya Ma, untuk memastikan keamanan pada obat tertentu

13 Februari 2025

Apakah Ibu Menyusui Boleh Konsumsi Claritin Simak Penjelasannya
freepik/yanalya

Menghadapi pilek, bersin, dan mata berair selama musim alergi bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Mama yang baru saja menjalani peran sebagai orang tua dan masih harus merawat si kecil.

Kondisi ini tentu bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan. Jika sebelumnya Mama terbiasa mengonsumsi Claritin (loratadine) untuk meredakan gejala alergi, mungkin kini muncul kekhawatiran tentang keamanannya saat masa menyusui.

Penting bagi Mama untuk memahami apakah obat ini aman dikonsumsi tanpa membahayakan bayi, serta bagaimana dampaknya terhadap produksi ASI dan kesehatan si kecil.

Lantas, apakah ibu menyusui boleh konsumsi Claritin? Untuk itu, berikut Popmama.com telah berhasil mengulasnya simak ya, agar Mama tidak salah minum obat dan si Kecil tetap sehat!

1. Apa itu Claritin?

1. Apa itu Claritin
freepik/freepik

Melansir dari Parents, Claritin merupakan obat alergi yang tersedia secara bebas dan digunakan untuk meredakan berbagai gejala alergi serta demam, seperti bersin, hidung tersumbat atau berair, serta mata gatal, merah, atau berair.

Alergi sendiri sering kali muncul secara musiman akibat paparan serbuk sari atau jenis tanaman tertentu. Namun, tak jarang juga dipicu oleh faktor dalam ruangan, seperti debu atau bulu hewan peliharaan.

Di dalam tubuh, terdapat zat bernama histamin yang bereaksi terhadap pemicu dari lingkungan, seperti serbuk sari atau debu.

Reaksi inilah yang menyebabkan munculnya gejala alergi yang dapat mengganggu kenyamanan Mama dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Apakah aman mengonsumsi Claritin saat menyusui?

2. Apakah aman mengonsumsi Claritin saat menyusui
freepik/freepik

Menurut para ahli, Mama tetap bisa mengonsumsi Claritin biasa saat menyusui, karena penelitian menunjukkan bahwa hanya sejumlah kecil obat ini yang masuk ke dalam ASI, sehingga tidak menimbulkan risiko bagi bayi.

Dengan kata lain, Claritin yang hanya mengandung loratadine sebagai antihistamin umumnya dianggap aman bagi ibu menyusui.

Namun, Mama perlu berhati-hati jika mempertimbangkan untuk mengonsumsi Claritin-D. Berbeda dengan Claritin biasa, Claritin-D mengandung kombinasi loratadine dan pseudoephedrine sulfate, yaitu dekongestan yang berfungsi mengurangi penyumbatan hidung.

Meski efektif dalam meredakan gejala alergi yang berkaitan dengan produksi lendir, pseudoephedrine dapat berdampak pada suplai ASI.

Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Rizk melansir dari Parents, bahan ini tidak hanya mengurangi sekresi hidung dan paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi produksi ASI.

Karena saluran susu juga bekerja mengeluarkan cairan, yaitu ASI, penggunaan Claritin-D berisiko menyebabkan penurunan jumlah ASI yang dihasilkan.

Bagi Mama yang masih dalam tahap membangun suplai ASI atau memiliki produksi ASI yang belum stabil, sebaiknya lebih waspada terhadap potensi efek samping dari Claritin-D. 

3. Pencegahan keamanan untuk mengonsumsi Claritin saat menyusui

3. Pencegahan keamanan mengonsumsi Claritin saat menyusui
freepik/freepik

Jika Mama mengonsumsi Claritin saat menyusui, ada beberapa tindakan pencegahan keamanan yang harus diperhatikan yang dilansir dari Parents, agar aman dan pasokan ASI Mama tidak kurang. Yaitu sebagai berikut:

  • Konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat

Sebelum mengonsumsi Claritin atau obat apa pun saat menyusui, penting bagi Mama untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis guna memastikan keamanannya bagi diri sendiri maupun si kecil.

Setiap individu memiliki riwayat kesehatan yang berbeda, sehingga apa yang aman bagi satu orang belum tentu aman bagi yang lain. Keputusan mengenai apakah Claritin bisa dikonsumsi selama menyusui sangat bergantung pada kondisi medis Mama secara keseluruhan.

  • Pilih Claritin yang tepat dan hindari bahan tambahan

Pastikan Mama hanya mengonsumsi Claritin biasa yang mengandung loratadine tanpa tambahan bahan aktif lain.

Antihistamin ini aman untuk bayi yang disusui, tetapi bahan seperti dekongestan sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan produksi ASI.

Jika Mama mengalami pilek atau hidung tersumbat, sebaiknya atasi dengan cara alami seperti minum air hangat dengan madu agar tetap aman bagi si kecil.

  • Perhatikan efek samping pada bayi

Claritin umumnya aman untuk dikonsumsi saat menyusui, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa bayi menjadi lebih mengantuk atau rewel. Jika Mama melihat perubahan pada si kecil setelah mengonsumsi Claritin, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Nah, itu dia beberapa penjelasan terkait apakah ibu menyusui boleh konsumsi Claritin. Selalu konsultasikan pada dokter ya Ma, dengan begitu, Mama bisa memastikan keamanan penggunaan obat tanpa mengganggu kesehatan bayi.

Baca juga:

The Latest