Memerah ASI adalah solusi praktis bagi Mama yang ingin memastikan si Kecil tetap mendapatkan nutrisi terbaik, terutama saat sedang bepergian atau bekerja. Namun, menyimpan ASI tidak bisa sembarangan karena kualitasnya bisa berubah tergantung dari cara dan durasi penyimpanannya.
Setiap metode penyimpanan memiliki batas waktu tertentu. ASI segar yang dibiarkan di suhu ruang memiliki masa simpan berbeda dengan yang disimpan di kulkas atau freezer. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengetahui standar penyimpanan agar ASI tetap aman dikonsumsi si Kecil.
Jangan sampai ASI yang sudah dipompa menjadi basi atau kehilangan kandungan nutrisinya. Berikut ini Popmama.comtelah mengulas tentang berapa lama ASI bertahan setelah dipompa? Mama harus tahu. Yuk, simak penjelasannya!
1. Suhu ruang
freepik/rawpixel.com
Dilansir dari Mayoclinic, ASI yang baru diperah dapat disimpan pada suhu ruangan (sekitar 25°C) hingga 6 jam. Namun, sebaiknya ASI disimpan di suhu ruang atau digunakan dalam waktu 4 jam, terutama jika ruangannya hangat.
Jika suhu ruangan lebih dingin, durasi penyimpanan bisa sedikit lebih lama, tetapi tetap sebaiknya diberikan kepada si Kecil dalam waktu singkat untuk menjaga kualitas nutrisinya.
2. Cooler box/cooler bag
freepik/brgfx
Jika Mama sedang bepergian, menyimpan ASI di dalam cooler box atau cooler bag dengan ice pack bisa menjadi solusi. Dilansir dari Mayoclinic, ASI yang baru diperah dapat disimpan dalam pendingin terisolasi dengan bungkusan es hingga satu hari.
Pastikan cooler bag atau box selalu tertutup rapat dan es batu atau ice pack tetap dingin selama penyimpanan. Hindari membuka tutup terlalu sering agar suhu di dalam tetap stabil dan ASI tetap terjaga kualitasnya.
Editors' Pick
3. Kulkas
freepik/user18526052
Dilansir dari Mayoclinic, ASI perah yang disimpan di dalam kulkas dengan suhu sekitar 4°C bisa bertahan antara 3 hingga 5 hari. Untuk mendapatkan kualitas terbaik, sebaiknya gunakan ASI dalam waktu 3 hari setelah disimpan.
Mama disarankan untuk menaruh ASI di bagian dalam kulkas, bukan di pintu, karena suhu di pintu kulkas cenderung tidak stabil akibat sering dibuka dan ditutup. Gunakan wadah tertutup yang bersih untuk menjaga kebersihan dan kualitas ASI.
4. Freezer
freepik/redgreystock
Dilansir dari Mayoclinic, ASI yang baru diperah dapat disimpan di bagian belakang freezer dalam hingga 12 bulan. Namun, sebaiknya ASI yang dibekukan digunakan dalam waktu 6 bulan.
Sama seperti di kulkas, simpan ASI di bagian paling dalam freezer agar suhunya tetap stabil. Jangan lupa untuk memberi label tanggal pemompaan pada setiap wadah agar Mama tahu mana yang harus digunakan lebih dulu.
5. Botol dot susu
freepik/fabrikasimf
Jika ASI sudah dituangkan ke dalam botol dot dan tidak habis dalam sekali minum, sebaiknya segera digunakan dalam waktu 2 jam. Setelah itu, ASI yang tersisa harus dibuang karena sudah terkontaminasi dengan air liur bayi.
Untuk menghindari pemborosan, Mama bisa menuangkan ASI dalam jumlah sedikit ke botol dot dan menambahkan lagi jika si Kecil masih ingin minum. Hal ini juga membantu menjaga kualitas ASI lebih baik.
6. Tips menjaga kualitas ASI perah
freepik/shurkin_son
Dilansir dari Mayoclinic, agar ASI tetap segar dan nutrisinya terjaga, selalu gunakan wadah penyimpanan yang bersih dan BPA-free. Hindari mencampur ASI baru dengan ASI lama yang sudah dingin di kulkas untuk mencegah kontaminasi bakteri.
Selain itu, pastikan Mama mencuci tangan sebelum memerah atau menyentuh ASI perah. Dengan menjaga kebersihan, kualitas ASI tetap aman dan si Kecil bisa mendapatkan manfaat terbaik dari ASI perah.
7. Tips menggunakan kembali sisa ASI perah
freepik/jcomp
Dilansir dari Parents, jika ASI perah sudah dicairkan dari freezer, sebaiknya digunakan dalam waktu 2 jam jika disimpan di kulkas. Namun, jika sudah dipanaskan, ASI harus segera dikonsumsi dalam waktu 1 jam.
Hindari membekukan ulang ASI yang sudah dicairkan, karena hal ini bisa mengurangi kualitas nutrisinya. Sebaiknya, simpan ASI dalam porsi kecil agar lebih mudah digunakan tanpa ada sisa yang terbuang.
Itu dia, penjelasan tentang berapa lama ASI bertahan setelah dipompa? Mama harus tahu. Dengan mengetahui cara menyimpan ASI dengan benar akan membantu memastikan si Kecil mendapatkan asupan nutrisi terbaik setiap saat!