Bolehkah Ibu Melahirkan Terkena Covid-19 Disatukan dengan Bayinya?
Ibu menyusui yang terkena Covid-19 boleh memberikan ASI secara langsung
25 Februari 2022
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Tidak sedikit ibu melahirkan dalam keadaan sedang terpapar virus Covid-19, banyak yang mempertanyakan apakah seorang ibu melahirkan dalam keadaan tersebut boleh disatukan dengan bayinya.
Melansir dari cdc.gov, bukti saat ini menunjukkan bahwa kemungkinan bayi yang baru lahir mendapatkan virus Covid-19 dari orangtua kandungnya rendah, terutama ketika orangtua mengambil langkah-langkah pencegahan Covid-19, seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan selama merawat bayi yang baru lahir.
Ingin penjelasan lebih jelas dan lengkap? Berikut Popmama.com akan menjawab pertanyaan bolehkan ibu melahirkan yang terkena Covid-19 disatukan dengan bayinya? Ini dia!
Editors' Pick
1. World Health Organization, tidak masalah dengan bayi yang disatukan dengan ibu
Melansir dari who.int, ibu melahirkan disarankan untuk kontak dekat dan menyusui dini secara eksklusif membantu bayi berkembang walaupun ketika sang ibu terpapar Covid-19. Mama juga harus mendukung menyusui aman dengan kebersihan pernapasan yang baik, memegang kulit bayi yang baru lahir, serta berbagi kamar dengan bayi mama.
Mama juga harus mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi mama. Selain itu, Mama juga harus menjaga semua permukaan tetap bersih. Jika Mama memiliki gejala Covid-19 disarankan untuk memakai masker medis selama kontak dengan bayi.
Namun, ada beberapa organisasi kesehatan nasional dan profesional negara lain yang memiliki pendapat berbeda dari yang disarankan oleh WHO.
2. Negara yang memiliki kebijakan yang berbeda
Beberapa organisasi negara lain memang ada yang tidak mengikuti saran dari WHO, seperti Amerika Serikat (AS) dan India. Mereka lebih memilih opsi untuk memisahkan ibu dan bayi. Kemudian, mereka juga tidak mengizinkan ASI diberikan secara langsung, tetapi tetap memperbolehkan pemberian atau penyediaan ASI perah.
Lalu, banyak negara-negara yang mengikuti semua saran dan panduan yang diberikan oleh WHO, seperti Kanada, Italia, dan Inggris. Hal tersebut membuat praktik yang tidak sesuai dan berbeda-beda dalam penggunaan panduan.
Sehingga dapat mempengaruhi ibu untuk melaksanakan praktik menyusui yang benar ketika terpapar Covid-19. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia. Itu karena regulasi penggunaan panduan yang tidak ketat dan juga kurangnya atau tidak tepatnya informasi yang didapatkan oleh para ibu menyusui dalam praktik selama Covid-19.