Seringkali diasosiasikan sebagai salah satu gangguan mental yang disebabkan oleh penolakan batin perempuan terhadap kehamilannya, Hyperemesis Gravidarum sebenarnya adalah kondisi fisik berbahaya yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan.
Apa sebenarnya Hyperemesis Gravidarium? Lalu apa faktor penyebabnya dan bagaimana cara mencegah serta mengatasi nya? Cari tahu selengkapnya dalam penjelasan Popmama.com di bawah ini yuk, Ma!
Apa Itu Hyperemesis Gravidarum?
Freepik/Petzshadow
Hyperemesis gravidarum (HG) adalah kondisi mual atau morning sickness akut pada ibu hamil. Meski morning sickness adalah salah satu efek kehamilan yang sangat lumrah dan dialami oleh setidaknya 70 persen ibu hamil, gejala ini dapat berangsur intens hingga menjadi kondisi serius.
Sekitar 0,5-2 persen ibu hamil mengalami kondisi ini hingga kehilangan setidaknya lima persen bobot badannya selama kehamilan. Meski banyak ibu hamil yang mengalaminya, tidak sedikit yang kurang pengetahuan sehingga mengabaikan seriusnya kondisi ini dan menganggap bahwa yang dialaminya hanyalah mual biasa.
Gejala Hyperemesis Gravidarum
freepik/valuavitaly
Kondisi ini umum terjadi pada minggu keenam kehamilan dan mulai mereda pada minggu 18-20 kehamilan, dengan sebagian ibu hamil tetap mengalami kondisi ini hingga waktu persalinan. Berikut gejala Hyperemesis Gravidarum yang perlu Mama waspadai:
Dehidrasi, umumnya ditandai dengan mulut kering, haus terus-menerus, kadar urin yang sangat sedikit, dan detak jantung yang cepat,
penurunan berat badan yang sangat cepat,
muntah tiga kali atau lebih dalam sehari dengan efek pusing setelahnya,
mulut terasa pahit,
sulit membaca,
penciuman menajam,
gemetar.
Editors' Pick
Faktor Penyebab Hyperemesis Gravidarum
Freepik/senivpetro
Meski belum ada hasil penelitian yang spesifik, ada beberapa hal yang diyakini oleh para ahli medis sebagai faktor penyebab muncul dan berlarutnya kondisi Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil.
Kondisi tekanan darah rendah
Stres
Berat badan berlebih atau obesitas
Ibu hamil kembar dua atau lebih
Riwayat keluarga dengan kondisi HG
Kehamilan pertama
Riwayat sakit kepala migrain
Penyakit trophoblastic, atau pertumbuhan tidak normal sel di dalam rahim
Jumlah hormon kortisol, estrogen, progesteron, dan prostaglandin berlebih
Dampak Hyperemesis Gravidarum pada Kehamilan
Freepik/cookie_studio
Mama mungkin bertanya-tanya, apakah mual yang intens hingga kondisi HG berbahaya dan secara langsung memengaruhi kandungan? Jawabannya, adalah ya.
Ibu hamil dengan kondisi Hyperemesis Gravidarum sangat rentan mengalami kondisi kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan kurang. Tidak hanya itu, HG juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit pada janin.
Cara Mencegah Hyperemesis Gravidarum
Freepik
Beruntungnya, Mama dapat mengupayakan pencegahan kondisi HG sedini mungkin dengan mengubah gaya hidup dan membiasakan untuk melakukan hal-hal berikut ini:
Menghindari perut benar-benar kosong
Tidak langsung beraktivitas hebat setelah makan
Menghindari makanan pedas, manis, tinggi lemak, yang digoreng dengan minyak, dan yang aromanya memicu rasa mual
Memilih makanan yang lebih hambar, rendah lemak, dan mudah dicerna seperti pisang, roti, dan keripik.
Banyak minum air mineral
Makan perlahan dengan beberapa sesi makan porsi kecil dalam sehari
Kompres dahi dengan kain sejuk
Istirahat yang cukup
Melakukan teknik relaksasi seperti akupuntur, akupresur, meditasi, berendam, dan mengelola napas
Pengobatan Hyperemesis Gravidarum
Freepik/prostooleh
Ada berbagai cara untuk mengobati kondisi ini sesuai dengan tingkat gejala yang dirasakan. Namun secara umum, berikut adalah beberapa alternatif pengobatan Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil:
Mengonsumsi jahe
Mengubah pola diet
Injeksi cairan steril khusus atau Intravenous hydration
Konsumsi obat, vitamin B6, doxylamine, dan anti mual
Gelang akupresur atau stimulus saraf elektrik
Pemberian nutrisi parenteral total tanpa melalui saluran pencernaan
Setelah mengetahui informasi lengkap mengenai kondisi Hyperemesis Gravidarum saat hamil, semoga Mama dapat lebih waspada dan cepat bertindak apabila mulai merasakan gejalanya. Tetap jaga kesehatan!