Apakah Perut Kembung dan Begah Bisa Jadi Pertanda Masa Subur?
Benarkah gejala tersebut ada hubungannya dengan ovulasi?
28 Mei 2022
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Beberapa perempuan mungkin menyadari dirinya merasakan kembung dan begah di antara siklus menstruasi sebelumnya dan yang akan datang. Biasanya, rentang antara dua siklus inilah masa ovulasi berada.
Ovulasi adalah masa di mana sel telur bergerak melewati tuba falopi menuju rahim dan kemudian akan menempel di sana, menunggu untuk dibuahi oleh sel sperma. Di masa ini, perempuan juga menyebutnya sebagai masa subur.
Jika tidak dibuahi oleh sel sperma, maka sel telur yang menempel pada rahim ini akan meluruh saat perempuan menstruasi. Lalu, apakah perut kembung dan begah bisa jadi pertanda masa subur? Simak penjelasan ahli yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini, ya!
Editors' Pick
Mengenal Apa Itu Mittelschmerz
Sebelum membahas lebih lanjut hubungan antara perasaan kembung dan begah serta pertanda masa subur, ada baiknya kamu mengetahui apa itu mittelschmerz.
Mittelschmerz adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut rasa sakit atau kram di bagian perut. Beberapa wanita mengaku merasakan sakit di perut bagian bawah atau punggung bagian bawah.
Rasa sakit ini muncul sebagai pertanda ovulasi, dimana sel telur pergi melalui tuba falopi menuju rahim untuk menempel di dinding rahim. Di sana, sel telur akan menunggu sperma untuk dibuahi dan ini biasa disebut sebagai masa subur perempuan.
Mary Jane Minkin, MD, dokter kandungan di Universitas Yale, menjelaskan bahwa tubuh perempuan memiliki respon berbeda terhadap proses ovulasi yang memang cukup menyakitkan ini.
Ada perempuan yang merasakan perut bagian bawahnya menjadi empuk atau bengkak, merasa nyeri, ataupun menjadi kembung dan begah.
Peran Hormon Progesteron Terhadap Nyeri saat Ovulasi
Nyeri dan semua gejala yang perempuan rasakan di masa ovulasi ini tidak lepas dari keberadaan hormon progesteron. Hormon ini diproduksi dan jumlahnya semakin banyak di masa ovulasi.
Hormon progesteron juga menyebabkan sistem pencernaan melambat, sehingga makanan tidak dicerna secepat biasanya dan ini membuat perempuan menjadi begah atau merasakan konstipasi.
Meskipun menyebalkan, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir mittelschmerz, lho, misalnya minum banyak air, kurangi asupan garam, atau mengonsumsi jahe.