Hukum Puasa bagi Ibu Hamil Menurut Islam
Ini dia hukum puasa untuk ibu hamil menurut empat mazhab fikih Islam
4 Maret 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Mama, sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadan. Bagi Mama yang sedang hamil, mungkin sering muncul pertanyaan, apakah tetap wajib berpuasa atau ada keringanan khusus?
Secara umum, menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Namun, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah mereka yang memiliki kondisi tertentu. Lalu, apakah ibu hamil termasuk dalam golongan tersebut?
Untuk menjawab kebingungan Mama, kali ini Popmama.com akan membahas lebih lanjut mengenai hukum puasa bagi ibu hamil menurut Islam dari berbagai mazhab yang dikutip dari buku Fikih Empat Mazhab Jilid 2 karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.
Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Ma!
Mazhab Maliki
Menurut mazhab Maliki, salah satu mazhab fikih dalam Islam yang didirikan oleh Imam Malik bin Anas. Ibu hamil atau menyusui, baik ibu kandung maupun bukan, diperbolehkan tidak berpuasa jika khawatir akan sakit, baik untuk dirinya sendiri, anaknya, atau keduanya.
Namun, mereka tetap wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan. Khusus bagi ibu menyusui, selain mengqadha, ia juga diwajibkan untuk membayar fidiah.
Jika ibu hamil berisiko mengalami bahaya berat yang dapat mengancam keselamatan jiwanya maupun anaknya akibat berpuasa, maka ia tidak hanya diperbolehkan, tetapi diwajibkan untuk tidak berpuasa.
Mazhab Hanafi
Menurut mazhab Hanafi, salah satu mazhab fikih dalam Islam Sunni, ibu hamil atau menyusui diperbolehkan tidak berpuasa jika khawatir akan berdampak buruk pada dirinya, anaknya, atau keduanya.
Dalam mazhab ini, mereka tidak diwajibkan membayar fidiah, tetapi harus mengqadha puasa yang ditinggalkan dan boleh dilakukan secara tidak berturut-turut.