Faktor Hormon, Katy Perry Mudah Menangis di Kehamilan Pertamanya
Ia bahkan menangis untuk hal-hal sederhana
13 Mei 2020
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Beberapa waktu lalu penggemar dikejutkan dengan hamilnya Katy Perry.
Uniknya Katy Perry mengumumkan kehamilannya melalui sebuah klip single berjudul Never Worn White. Tentu itu adalah sesuatu yang sangat mengejutkan.
Tunangan dari Orlando Bloom ini mengungapkan rasa bahagianya karena telah mengumumkan kehamilannya. Sehingga ia tidak perlu lagi menutupi kondisi kandungannya.
Namun, ada hal menarik terbaru yang baru saja Katy Perry ungkapkan dalam wawancaranya di sebuah program acara SHEIN Together pada hari Sabtu (9/5) kemarin.
Berikut ini Popmama.com rangkum hasil wawancara tersebut untuk Mama.
Editors' Pick
1. Katy Perry mengaku sering menangis
Ia mengaku tidak bisa menahan gejolak hormon yang terjadi pada dirinya. Ia sewaktu-waktu bisa saja menangis.
Menurutnya, hal itu dikarenakan efek dari kehamilannya.
"Saya bisa memiliki lima hari yang baik dan dua hari saya menangis. Saya menangis ketika saya melihat ke bawah jari kaki saya atau saya menangis ketika hanya melakukan tugas-tugas sederhana," kata Katy Perry.
"Saya tahu itu hormonal," tambahnya.
Banyak yang mengaitkan emosi yang tidak stabil pada kehamilannya karena hormon.
Memang di masa kehamilan hormon estrogen dan progesteron meningkat.
Peningkatan kedua hormon tersebut dapat menurunkan mood dan kemampuan otak untuk memantau perubahan emosi.
2. Berat badan bertambah drastis
Selain sering menangis, Katy Perry juga mengaku mengalami perubahan pada bentuk tubuhnya. Di masa kehamilannya ini, Katy Perry bercerita bahwa berat badannya terus berubah setiap minggunya. Kehamilan membuat berat badannya bertambah sangat drastis.
Katy sempat berguyon, "Saya mungkin mengalami Covid 30 (naik berat badan 30 kilogram) karena aku makan untuk dua orang sekarang."
Ketika sedang hamil, banyak ibu hamil yang merasa perlu makan lebih banyak dari biasanya sehingga menyebabkan berat badan naik secara drastis. Padahal ibu hamil hanya membutuhkan tambahan kalori sebanyak 300kkal per hari. Mama sebaiknya berhati-hati terhadap setiap asupan makanan yang Mama konsumsi.
Kenaikan berat badan yang terlalu drastis dapat menyulitkan masa kehamilan yang Mama jalani. Selain itu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, preeklampsia, hingga menyulitkan masa persalinan nanti.