Penyebab Berat Badan Turun di Awal Kehamilan seperti Aaliyah Massaid
Apakah kondisi ini bisa membahayakan kehamilan dan janin?
26 Januari 2025

Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Pasangan Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar tengah menantikan kehadiran buah hati. Memasuki usia kehamilan 4 bulan, Aaliyah membagikan cerita tentang awal kehamilannya di akun YouTube Thariq Halilintar.
Calon mama itu mengaku tidak pernah muntah di awal kehamilan. Namun ia justru merasa mual di awal kehamilan. Mual ini membuatnya sulit untuk mengonsumsi makanan apapun. Alhasil, berat badannya pun sempat turun di awal kehamilan. Apakah kondisi ini aman untuk kehamilan dan perkembangan janin?
Bila Mama juga mengalami hal yang sama, simak dulu ulasan Popmama.com tentang penyebab berat badan turun di awal kehamilan seperti Aaliyah Massaid. Semoga bisa mengurangi rasa khawatir Mama, ya.
Editors' Pick
Penyebab Berat Badan Turun di Awal Kehamilan seperti Aaliyah Massaid
Aaliyah mengaku jika ia merasa mual di awal-awal kehamilan. Rasa mual itu menyebabkan ia kehilangan selera makan. Untungnya, Aaliyah masih menyukai buah-buahan meski sedang mual. Rasa mual ini pun akhirnya menyebabkan berat badannya sempat turun. Untungnya, memasuki trimester kedua, calon mama ini sudah bisa mengonsumsi banyak makanan seperti sedia kala, Ma.
Dokter mencatat bahwa kebanyakan ibu hamil hanya bertambah berat badan sekitar 0,5 hingga 1,5 kg dalam 3 bulan pertama kehamilan. Jadi jika Mama mengalami penurunan berat badan di trimester pertama, kemungkinan besar Mama tidak perlu khawatir.
Penurunan berat badan di awal kehamilan biasanya terjadi karena mual dan muntah yang parah. Jadi, ibu hamil tidak dapat makan dengan normal. Kehilangan nafsu makan karena morning sickness juga merupakan penyebab umum penurunan berat badan saat hamil.
Mengutip dari laman The Bump, penurunan berat badan di awal kehamilan tidak perlu dikhawatirkan jika penurunan berat badan selama kehamilan mencapai 5 hingga 10 persen dari total berat badan.
Penurunan berat badan selama kehamilan juga dapat terjadi jika ibu hamil mulai berolahraga setiap hari dan berusaha mengonsumsi makanan yang lebih sehat untuk kehamilan dan janin. Jika demikian, ibu hamil mungkin memerlukan beberapa kalori ekstra sepanjang hari untuk mendukung pertumbuhan janin, tergantung pada berat badan dan BMI ibu hamil.
Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, penurunan berat badan selama kehamilan yang progresif atau berlebihan mungkin merupakan tanda hiperemesis gravidarum. Ini adalah komplikasi yang ditandai dengan mual di pagi hari yang parah. Ini berarti muntah lebih dari lima kali sehari, sakit perut yang parah, atau tanda-tanda dehidrasi.
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum mungkin juga tidak banyak buang air kecil, urine berwarna gelap dan merasa lemah atau pusing.
Jika Mama mengalami salah satu gejala ini atau jika tidak dapat menelan apa pun, hubungi dokter atau bidan, ya.
Mama harus merasa nyaman untuk berbicara terbuka dengan dokter kandungan tentang tujuan penambahan berat badan selama kehamilan, perubahan berat badan setiap kunjungan dan setiap penambahan atau penurunan berat badan yang mengkhawatirkan.
Penurunan Berat Badan yang Harus Diwaspadai di Trimester Kedua dan Ketiga
Penurunan berat badan pada trimester kedua atau ketiga dapat menandakan adanya masalah. Dalam beberapa kasus, penurunan berat badan bisa jadi tidak berbahaya (akibat kehilangan air setelah retensi sementara, misalnya), tetapi penting untuk memberi tahu dokter.
Dokter akan menilai pola makan dan kebiasaan aktivitas Mama serta mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala, seperti mual, nyeri ulu hati, kembung, dan sembelit, yang semuanya dapat membuat ibu hamil enggan makan. Dokter mungkin juga ingin memeriksa apakah Mama mengalami depresi atau hambatan pertumbuhan janin.
Selain itu, segera beri tahu dokter jika Mama tiba-tiba mengalami penurunan berat badan yang drastis, seperti turun 2,25 kg dalam seminggu.