Apakah Bersepeda Menurunkan Jumlah Sperma? Ini Penyelasannya!
Jangan terlalu sering bersepeda ya Pa!
8 Januari 2025
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Beberapa tahun terakhir, bersepeda telah menjadi olahraga yang semakin populer di kalangan berbagai usia, termasuk laki-laki.
Selain itu, bersepeda juga dikenal memiliki manfaat khusus bagi laki-laki, seperti membantu mengatasi keluhan seksual, termasuk ejakulasi dini, serta berpotensi meningkatkan kualitas sperma.
Namun, ada juga sejumlah pendapat yang beredar mengenai dampak bersepeda terhadap kesehatan sperma. Beberapa penelitian medis menyebutkan bahwa aktivitas bersepeda yang berlebihan atau dilakukan dengan posisi yang tidak tepat dapat memengaruhi jumlah produksi sperma pada laki-laki.
Bahkan, dalam beberapa kasus, bersepeda dikaitkan dengan penurunan tingkat kesuburan sperma. Hal ini dikarenakan tekanan yang diterima area genital saat bersepeda dapat memengaruhi aliran darah dan suhu testis, yang berperan penting dalam kesehatan sperma.
Lantas, benarkah bersepeda memiliki dampak dalam kesehatan sperma Papa? Untuk lebih jelasnya, yuk, simak informasi yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
Apakah Bersepeda Memengaruhi Jumlah Sperma atau Motilitas Sperma?
Melansir dari Orlando Health, bersepeda sebenarnya tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas dan kuantitas sperma, asalkan dilakukan dengan bijak.
Jika Papa tidak bersepeda terlalu lama atau terlalu sering, maka aktivitas ini tidak akan menimbulkan masalah besar. Namun, jika bersepeda dilakukan secara berlebihan, bisa menimbulkan rasa kesemutan dan nyeri pada alat vital.
Jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus, hal itu dapat memengaruhi area prostat. Prostat sendiri merupakan bagian tubuh yang memiliki peran penting dalam memproduksi sperma.
Ketika terjadi gangguan pada prostat, seperti prostatitis atau peradangan pada kelenjar prostat, hal ini dapat berpengaruh langsung pada penurunan kualitas dan kuantitas sperma.
Oleh karena itu, penting bagi Papa untuk memperhatikan intensitas bersepeda agar tetap mendapatkan manfaat olahraga tanpa mengorbankan kesehatan prostat dan kesuburan.
Editors' Pick
Alasan Bersepeda Berisiko Menurunkan Jumlah Sperma
Papa, bersepeda dalam waktu yang lama atau dengan intensitas yang sangat tinggi dapat berisiko menurunkan jumlah sperma pada laki-laki.
Bahkan, jika dilakukan secara berlebihan, bersepeda juga bisa menyebabkan masalah kesuburan, seperti disfungsi ereksi pada alat vital.
Melansir dari Give Legacy, ada beberapa alasan mengapa bersepeda dapat memengaruhi jumlah sperma pada laki-laki.
- Gesekan dari sadel pada kantong zakar
Bersepeda dalam waktu yang lama dapat berisiko menyebabkan gesekan atau benturan berlebihan dari sadel pada area kantong zakar (testis).
Kondisi ini dapat menyebabkan cedera atau trauma pada testis, yang pada gilirannya dapat memengaruhi fungsi prostat dan produksi sperma.
Melansir dari jurnal Radiological Society of North America, menunjukkan bahwa pesepeda gunung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan skrotum dibandingkan dengan mereka yang tidak bersepeda.
Tekanan pada area testis
Papa, tekanan yang terus-menerus pada area perineum, yaitu antara skrotum dan anus, selama bersepeda dapat menghambat aliran darah menuju testis.
Gangguan aliran darah ini tentunya berdampak pada produksi sperma, yang dapat menurunkan jumlah dan kualitasnya. Selain dampak pada sperma, tekanan yang diterima oleh testis dari sadel juga dapat memengaruhi fungsi seksual. Tekanan tersebut dapat menyebabkan mati rasa pada saraf-saraf di alat kelamin, yang akhirnya dapat memicu disfungsi ereksi dan rasa sakit saat berhubungan seksual.
Peningkatan suhu pada area genital
Papa, produksi sperma sangat dipengaruhi oleh suhu di sekitarnya, karena sperma sangat sensitif terhadap suhu panas. Testis, sebagai tempat pembentukan sperma, memerlukan suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu tubuh agar proses tersebut berjalan dengan baik. Skrotum, yang melapisi testis, berfungsi untuk mengatur suhu di dalamnya.
Jika suhu pada skrotum meningkat, produksi sperma bisa terganggu karena suhu panas dapat merusak DNA sperma dan menyebabkan kematian sel sperma.
Bersepeda dapat memengaruhi suhu di area genital, terutama karena pakaian ketat yang sering dipakai oleh pesepeda, yang dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma akibat peningkatan suhu pada area tersebut.