Pandemi Covid-19 Berpengaruh ke Kesuburan Pria, Sulit Promil?
Sebuah studi menyebut efek virus Covid-19 bisa memengaruhi kualitas dan gerak sperma
24 Juni 2021
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Kesehatan fisik dan mental selama pandemi Covid-19 tidak hanya berpengaruh ke imunitas tubuh. Sebab, pandemi Covid-19 ini juga berpengaruh ke kesuburan laki-laki dan perempuan lho.
Khusus untuk calon Papa, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi kesuburan lho. Mulai dari tingkat stres, vaksinasi Covid-19, dan sebagainya. Kira-kira apa saja pengaruhnya ya?
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
Editors' Pick
1. Vaksinasi Covid-19 dan rencana untuk promil
Bagi beberapa pasangan yang akan melakukan promil, efek samping dari vaksinasi Covid-19 mungkin menjadi kekhawatiran. Namun, menurut dr. Gito Wasian,Sp.And mengatakan kalau pasangan yang akan melakukan promil tetap bisa melakukan vaksinasi Covid-19 lho.
Dokter Gito menjawab kalau hubungan terjadwal saat masa subur tetap menjadi hal yang penting dilakukan. Jangan lupa juga menjaga protokol kesehatan yang ada.
"Program persiapan kehamilan yang baik bagi suami dan istri termasuk mengatasi infeksi kadangkala membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan oleh pasangan yang berencana untuk menjalani program hamil," jelas dr. Gito dari Instagram Bocah Indonesia, Kamis (24/6/2021).
Apakah vaksinasi Covid-19 mengganggu pergerakan sperma?
Dokter Gito menjawab merujuk penelitian di Amerika Serikat bahwa vaksinasi Covid-19 tidak mengganggu parameter pemeriksaan semen. Ada beberapa hal yang bisa memengaruhi kualitas spermatozoa diantaranya faktor lingkungan dan gaya hidup.
2. Covid stress syndrome dan kesuburan laki-laki
Secara umum, promil juga didukung oleh kondisi mental yang stabil dari calon Mama dan Papa. Oleh karenanya, perjalanan untuk pejuang garis muda tak mudah dan cukup panjang.
Pandemi Covid-19 banyak membuat keadaan dan hidup berubah. Kita harus menyesuaikannya dengan cepat. Segala perubahan itu bisa mendorong hormon stres di tubuh naik dan bisa memengaruhi kesuburan lho.
"Covid stres sydrome dapat memengaruhi pasangan yang sedang menjalani program hamil. Kadar hormon stres atau kortiso; yang tinggi dapat menyebabkan menurunnya kadar hormon testoteron dan menganggu proses spermatogenesis," jelas dokter Gito.
Salah satu cara untuk mengurangi hormon kortisol adalah dengan vitamin D. Sehingga selama di rumah saja, dr. Gito menyarankan untuk berjemur matahari, olahraga atau rileksasi agar kadar kortisol (stres) tidak sampai tinggi.